digtara.com -Upaya penyelamatan terhadap kawanan paus pilot yang terjebak di perairan dangkal Desa Fuanfuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan sejak Senin, 9 Maret 2026 malam.
Dari sekitar 10 ekor paus pilot yang muncul di lokasi tersebut, enam ekor berhasil diselamatkan dan digiring kembali ke laut lepas, sementara empat ekor lainnya ditemukan mati.
Upaya penyelamatan ini melibatkan personel kepolisian bersama para nelayan setempat.
Mereka bahu-membahu menggiring kawanan mamalia laut tersebut menuju perairan yang lebih dalam agar tidak terjebak saat air laut surut.
Baca Juga: Tiga Pencuri Perangkat Komputer Sekolah di Ende Dibekuk Polisi, Dua Diantaranya Masih Dibawah Umur Peristiwa ini bermula ketika pada Senin siang, kawanan paus pilot dilaporkan terjebak di area perairan dangkal dan jaring nelayan di lokasi yang sama.
Informasi tersebut segera diteruskan kepada piket Polsek Rote Barat Daya.
Personel Polsek Rote Barat Daya dipimpin Aiptu Edwin C. Seran langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan langkah penyelamatan.
Dengan menggunakan perahu nelayan dan peralatan seadanya, aparat kepolisian bersama masyarakat berupaya menggiring kawanan paus menuju laut lepas.
Kapolsek Rote Barat Daya, Ipda Subur Gunawan, menjelaskan bahwa proses penyelamatan berlangsung cukup lama karena paus harus diarahkan secara perlahan agar tidak kembali ke perairan dangkal.
"Dengan peralatan seadanya, personel Polsek Rote Barat Daya dibantu nelayan menggiring kawanan paus pilot ini ke perairan yang lebih dalam," ujarnya pada Selasa, 10 Maret 2026.
Baca Juga: Kapolres TTS Salurkan Bantuan Alat Tulis Kapolda NTT Hingga ke Pelosok Upaya tersebut memerlukan kesabaran dan koordinasi yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat.
"Hampir tiga jam proses penyelamatan dengan cara menggiring kawanan paus ini hingga mencapai titik aman di perairan yang lebih dalam," jelasnya.
Kapolres
Rote Ndao, AKBP Mardiono, mengapresiasi peran aktif masyarakat, khususnya para nelayan, yang turut membantu upaya penyelamatan satwa laut dilindungi tersebut.
"Kami berterima kasih kepada para nelayan yang telah membantu proses penyelamatan kawanan paus hari ini. Masyarakat juga memiliki kepedulian terhadap paus pilot yang merupakan satwa dilindungi sehingga berpartisipasi aktif dalam upaya penyelamatan," ujarnya.
Meski empat ekor paus pilot tidak dapat diselamatkan, upaya cepat yang dilakukan aparat kepolisian bersama masyarakat berhasil menghindarkan lebih banyak paus dari ancaman kematian akibat terjebak di perairan dangkal.
Baca Juga: Tiga Pencuri Perangkat Komputer Sekolah di Ende Dibekuk Polisi, Dua Diantaranya Masih Dibawah Umur