digtara.com -Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Imam Fauzi memastikan ada 21 ekor paus pilot mati dan 34 ekor dikembalikan ke laut.
Puluhan paus yang mati kemudian dikuburkan di sekitar lokasi pantai.
"Sementara (paus) mati 21 (ekor), kembali ke laut sekitar 34. prosesi kubur yang mati sudah dilakukan," ujar Imam pada Selasa (10/3/2026) petang.
Paus terpanjang sekitar 5,1 meter dan yang terkecil 2,4 meter.
Baca Juga: Terjebak di Perairan Dangkal, Enam Ekor Paus Pilot Diselamatkan dan Empat Ekor Mati Puluhan
paus pilot yang terdampar di wilayah hukum Polsek Rote Barat Daya, Polres Rote Ndao mati dikuburkan ditepi Pantai Mbadokai Desa Fuafuni Kecamatan Rote Barat Daya pada Selasa (10/3/2026)
Upaya penyelamatan juga dilakukan oleh personel Polsek Rote Barat Daya pada siang hari dengan menggiring kawanan paus pilot kembali ke perairan yang lebih dalam
Upaya pada Selasa siang awalnya berjalan baik walaupun hanya dengan memukul permukaan air laut untuk mengarahkan kembali ke jalur perairan yang dalam.
Namun pada malam hari sekitar pukul 22..30 Wita, Kapolsek Rote Barat Daya IPDA Subur Gunawan bersama personel Polsek Rote Barat Daya kembali ke tepi pantai Mbadokai karena informasi dari masyarakat telah melihat sekawanan
paus pilot berada di area tersebut.
Di lokasi mereka menemukan enam ekor ikan paus pilot masih hidup.
Dengan bantuan personel Lanal Pulau Rote dan masyarakat setempat berhasil melakukan penyelamatan keenam ekor ikan paus pilot tersebut ke perairan yang lebih dalam,
Baca Juga: Tiga Pencuri Perangkat Komputer Sekolah di Ende Dibekuk Polisi, Dua Diantaranya Masih Dibawah Umur Masih di area yang sama, polisi juga menemukan empat ikan
paus pilot dalam keadaan sudah mati kemudian dievaluasi ke tepi pantai.
Pagi hari jumlah ikan paus pilot bertambah di tepi Pantai Mbadokai Desa Fuafuni.
Total 34 ekor paus pilot berhasil diselamatkan dengan menggiring ke perairan yang dalam.
Sedangkan ikan paus yang mati total sebanyak 21 ekor.
Evakuasi terhadap paus yang mati yang berada di perairan yang dangkal dilakukan secara gotong royong oleh personel Polsek Rote Barat Daya, anggota Brimob Kompi III Batalyon A Pelopor Polda NTT, Personel Lanal Pulau Rote maupun masyarakat setempat.
Team koordinator Taman Nasional Perairan Laut Sawu wilayah kerja Rote Ndao Respaty Yudha dan dua orang staf juga tiba di lokasi.
Baca Juga: Kapolres TTS Salurkan Bantuan Alat Tulis Kapolda NTT Hingga ke Pelosok
Juga dilakukan pengambilan sampel oleh petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, drh. Dekris Nabunome untuk kepentingan penelitian sebelum ikan
paus pilot yang sudah mati sebanyak dikuburkan.
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono mengapresiasi upaya maksimal yang dilakukan Kapolsek Rote Barat Daya dan personel yang semenjak awal telah berupaya maksimal menyelamatkan ikan
paus pilot yang terdampar di Desa Fuafuni.
"Terima kasih juga kepada personel TNI dan Polri serta masyarakat yang telah mengevakuasi Ikan paus yang telah mati kemudian dikuburkan sehingga tidak menyebabkan polusi terhadap perairan pantai Mbadokai," ujar Kapolres.
Kapolres pun berterimakasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif membantu Polri dan melaporkan hal hal yang dirasa tidak normal di lingkungannya,
"Ini merupakan wujud sinergitas yang telah terbangun dengan baik sehingga dengan melaporkan kepada Polri maka dapat mencegah terjadinya hal hal yang lebih buruk dalam masyarakat," tambah Kapolres.
Baca Juga: Terjebak di Perairan Dangkal, Enam Ekor Paus Pilot Diselamatkan dan Empat Ekor Mati
Polisi terus melakukan monitoring melalui Polsek Rote Barat Daya termasuk mengajak partisipasi masyarakat nelayan di sepanjang pesisir Pantai Rote Barat Daya.