digtara.com -Bunyi mesin speedboat Walet 05 memecah kesunyian Pelabuhan Marina pada Rabu (11/3/2026) pagi.
Tim gabungan Polres
Manggarai Barat berpacu dengan waktu dan cuaca ekstrem untuk menyelamatkan tiga nyawa sekaligus: seorang ibu dan sepasang bayi kembar dalam kandungannya.
Yuliani (37), warga Pulau Papagarang, harus segera dilarikan ke rumah sakit dan butuh pertolongan medis.
Kondisi kehamilannya yang kembar menuntut penanganan medis spesifik yang tidak tersedia di desanya.
Baca Juga: Truk Yang ditumpangi Masuk Got di Manggarai Barat, Pelajar Asal Kabupaten Ngada Tewas Terjepit Kabar darurat ini pertama kali diterima pihak kepolisian dari Kepala Desa Papagarang, H. Abdullah, sekitar pukul 09.30 Wita.
Begitu menerima laporan dari Kades, polisi langsung bergerak ke lokasi.
"Kondisi ibu hamil bayi kembar sangat riskan jika tidak segera ditangani ahli," ujar KBO Satpolairud Polres Mabar, Ipda Henro Manurung yang memimpin langsung misi evakuasi tersebut.
Perjalanan tidaklah mudah. Memasuki Selat Pungu,
speedboat Walet 05 mulai dihantam angin kencang dan gelombang tinggi.
Ditengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat, tim berhasil memotong jalur perahu ketinting yang membawa Yuliani.
Proses pemindahan pasien dilakukan dengan sangat hati-hati di tengah guncangan ombak.
Baca Juga: Diduga Palsukan Surat, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Diperiksa Polisi Selama 10 Jam "Cuaca memang sedang ekstrem, gelombang cukup tinggi menghantam lambung kapal, namun keselamatan pasien adalah prioritas utama kami. Di tengah laut seperti ini, setiap detik sangat berharga," ungkap Ipda Henro.
Setelah evakuasi ke speedboat berhasil dilakukan, tim segera memutar haluan kembali menuju Labuan Bajo.
Ketegangan sempat menyelimuti seluruh personel saat guncangan ombak semakin kuat.
Namun koordinasi yang solid antara Sat Polairud, Sat Pam Obvit, dan Bhabinkamtibmas, masyarakat serta nahkoda
speedboat Walet 05 memastikan perjalanan tetap terkendali.
Setibanya di Dermaga Marina Labuan Bajo, ambulance dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres
Manggarai Barat sudah bersiap di bibir dermaga.
Tanpa menunda waktu, petugas Sidokkes Polres
Manggarai Barat segera membantu
evakuasi Yuliani ke dalam ambulance untuk dilarikan ke RSUD Pratama Komodo Labuan Bajo.
Bidan Rahmi dan Ibu Ade, tenaga medis yang mendampingi sejak dari desa, menyatakan bahwa langkah cepat kepolisian sangat krusial.
"Rujukan ini harus dilakukan karena risiko persalinan bayi kembar cukup tinggi. Kami sangat terbantu dengan gerak cepat tim Polres Mabar," kata Bidan Rahmi.
Baca Juga: Truk Yang ditumpangi Masuk Got di Manggarai Barat, Pelajar Asal Kabupaten Ngada Tewas Terjepit
Kepala Desa Papagarang, H. Abdullah, yang turut memantau proses ini menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat kepolisian.
"Kami sangat berterima kasih kepada Polres Manggarai Barat dan speedboat Walet 05. Kondisi Ibu Yuliani memang memerlukan penanganan khusus karena hamil kembar, dan bantuan speedboat serta ambulance ini sangat membantu kami yang berada di kepulauan," ungkap H. Abdullah dengan nada lega.
Aksi heroik ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Sat Polairud, Sat Pam Obvit, Speedboat Walet 05 hingga perangkat desa setempat.
Meski dihadang badai, misi kemanusiaan ini berakhir dengan tibanya pasien di tangan dokter spesialis tanpa kendala fatal.
Hingga saat ini diturunkan, Yuliani tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Pratama Komodo.
Baca Juga: Diduga Palsukan Surat, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Diperiksa Polisi Selama 10 Jam