digtara.com -Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memutuskan menutup sementara Taman Nasional (TN) Mutis Timau di Pulau Timor hingga awal April 2026 mendatang.
Penutupan ini diumumkan melalui pengumuman nomor PG.2/K.5/Bidtek/KSA.04.01/B/03/2026 tentang penutupan sementara kunjungan wisata ke Taman Nasional
Mutis Timau yang ditanda tanganiKepala BBKSDA, Adhi Nurul Hadi.
Ada tiga dasar penutupan sementara TN Mutis Timau ini.
Pertama, prakiraan cuaca Provinsi NTT beberapa hari kedepan dengan kondisi hujan atau minimal berkabut pada seluruh wilayah kabupaten, kota di NTT, perlu diwaspadai untuk keselamatan pengunjung kawasan TN Mutis Timau
Baca Juga: Ada Pendaki Alami Hipotermia, BBKSDA NTT Tutup Sementara Kunjungan ke Mutis Kedua, hasil koordinasi dengan petugas di lapangan, diinformasikan bahwa kondisi cuaca masih sering hujan dan disertai angin serta kabut
Ketiga, berdasarkan hal-hal tersebut, maka seluruh kegiatan kunjungan wisata alam, pendakian, perkemahan serta aktivitas pengunjung lainnya di kawasan TN Mutis Timau ditutup sementara terhitung mulai tanggal 10 Maret 2026 sampai dengan 5 April 2026.
Untuk infomasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi call center BBkSDA NTT 081138104999 dan IG @bbksda_ntt atau facebooo @bbksda NTT.
Pada awal Februari 2026 lalu, BBKSDA NTT menegaskan penutupan kunjungan sementara ini diputuskam dalam rangka pemeliharaan dan pemulihan ekosistem kawasan pada Taman Nasional
Mutis Timau.
BBKSDA NTT juga menerapkan pembatasan melalui sistem kuota pendakian guna mengendalikan jumlah pengunjung.
"Sementara kunjungan wisata dan pendakian ditutup mulai 26 Februari sampai 9 Maret 2026 tujuannya untuk maintenance dan recovery lingkungan," jelas Wantoko beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Polres TTS-UPT KPH Kabupaten TTS Tanam Pohon di Kawasan Hutan Mutis Timau Ia menjelaskan kunjungan ke Mutis rata-rata berkisar 70–100 orang setiap Sabtu dan Minggu apalagi pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Mayoritas wisatawan datang untuk menikmati hutan Ampupu, Padang Lelofui, hingga mendaki Puncak Mutis.
Wantoko mengingatkan para pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan saat mendaki gunung di kawasan Mutis.
Kawasan ini memiliki luas sekitar 78.789 hektare dan menjadi salah satu bentang alam penting di Pulau Timor.
"Ini bukan tentang menaklukkan puncak, melainkan menaklukkan diri sendiri dan menghormati alam. Utamakan keselamatan, nikmati setiap proses menuju puncak, dan bawalah kembali sampahmu turun," ujarnya.
Baca Juga: Ada Pendaki Alami Hipotermia, BBKSDA NTT Tutup Sementara Kunjungan ke Mutis