digtara.com -Puluhan siswa SMA di Kabupaten Rote Ndao terlibat tawuran pada Selasa (10/3/2026). Tawuran yang melibatkan 28 orang siswa SMA ini dipicu salah paham dan ketersinggungan.
Terdata kalau siswa yang terlibat dalam aksi tawuran ini merupakan siswa
SMA 1 Lobalain, Kabupaten
Rote Ndao.
Peristiwa tawuran antar pelajar ini terjadi pada Selasa, 10 Maret 2026. Pasca kejadian ini, jajaran Polres Rote Ndao berhasil mengamankan 14 orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran ini.
Dari hasil interogasi terhadap siswa yang berhasil diamankan kemudian diperoleh informasi bahwa masih terdapat 14 orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut sehingga total siswa yang terlibat sebanyak 28 Orang.
Baca Juga: Terdampar di Rote Ndao, 34 Paus Pilot Berhasil Diselamatkan "Motifnya hanya karena salah paham antar sesama siswa, Dan pasca diamankan hanya dilakukan pembinaan dan edukasi oleh Wakapolres
Rote Ndao di Aula Catur Prasetya Polres
Rote Ndao" ungkap Wakapolsek Lobalain,
Aiptu Agus Salim pada Jumat (13/3/2026).
Pendekatan persuasif dilakukan personel Polsek Lobalain untuk memperoleh solusi efektif terhadap peristiwa tawuran antar pelajar yang terjadi beberapa waktu lalu.
Hal ini diwujudkan melalui rapat koordinasi yang dilakukan dengan melibatkan orang tua dan siswa yang terlibat dalam tawuran.
Sejumlah kepala Desa dan Lurah Mokdale juga melibatkan Guru
SMA 1 Lobalain dalam pertemuan pada Kamis (12/3/2026).
Dari Polsek Lobalain dihadiri Wakapolsek Aiptu Agus Salim bersama Kanit Binmas Polsek Lobalain Bripka Rusdi Y Pandu dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mokdale Bripka Sumantri.
"dilakukan rapat koordinasi bersama orang tua siswa dan para pihak yang terlibat, Kepala Desa dari tiap tiap anak yang terlibat serta pihak sekolah," tandasnya.
Baca Juga: Ratusan Paket Takjil Dibagikan Polsek Rote Timur dan Bhayangkari Bagii Warga dan Nelayan Walaupun penyelesaian peristiwa ini secara kekeluargaan namun perlu adanya solusi dan kesepakatan bersama yang melibatkan peran orang tua dan komunitas lingkungan dimana para siswa berdomisili" jelas Kapolsek.
Salah satu solusi yang efektif adalah meningkatkan pengawasan ketat terhadap perilaku para siswa di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.
Upaya pencegahan dengan terus meningkatkan kegiatan kepolisian dan jika terjadi lagi tawuran antar pelajar maka akan dilakukan tindakan tegas.
Peristiwa tawuran ini juga menjadi perhatian khusus Kapolres
Rote Ndao AKBP Mardiono karena langkah langkah pencegahan telah dilakukan namun masih juga terjadi tawuran antar antar pelajar.
'Saya berharap ini menjadi kejadian yang terakhir, Karena tujuan ke sekolah adalah belajar dan mencari ilmu untuk masa depan bukan tawuran. Kita bersyukur karena tidak menimbulkan korban jiwa pada peristiwa tawuran ini" ungkap Kapolres.
Baca Juga: Terdampar di Rote Ndao, 34 Paus Pilot Berhasil Diselamatkan