digtara.com -Pemerintah kabupaten (Pemkab) Flores Timur, NTT akhirnya menutup dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Ekasapta setelah limbahnya menuai protes warga.
Plt. Lurah Ekasapta, Dave Mautuka mengatakan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Ekasapta berhenti sementara sampai persoalan limbah cairnya dibenahi.
Menurutnya, dapur SPPG Ekasapta akan beroperasi kembali ketika Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)-nya sudah benar-benar diperbaiki dengan benar.
"Untuk sementara ditutup sampai IPAL-nya diperbaiki sesuai standar," ujarnya, Sabtu 14 Maret 2026.
Baca Juga: Warga Protes Limbah SPPG Ekasapta Flores Timur NTT Cemari Lingkungan Ia mengatakan pengoperasian kembali dapur
MBG wajib memenuhi standar sanitasi dan lingkungan.
Dapur yang ditutup sementara karena belum memiliki IPAL dan beroperasi kembali setelah pihak pengelola menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Sebagai bagian dari program nasional, dapur MBG di Flores Timur khususnya di Ekasapta terus dipantau untuk memastikan standar sanitasi dan fasilitas pengolahan limbah berfungsi optimal agar operasional berjalan berkelanjutan.
Untuk diketahui, salah satu persyaratan dapur MBG harus melengkapi persyaratan teknis, terutama IPAL.
Sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN), IPAL merupakan syarat wajib untuk mencegah pencemaran lingkungan, mengingat dapur MBG memproduksi makanan dalam jumlah besar setiap hari.
Baca Juga: TNI Batalkan Status Keanggotaan Aloysius Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak di Flores Timur Warga kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur mengeluhkan bau tak sedap lingkungan mereka akibat pembuangan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Warga mengaku, limbah dapur
MBG itu mengalir sampai di halaman rumah warga dan menimbulkan bau tak sedap.
Selain bau tak sedap, warga juga mengeluhkan air sumur mereka yang berubah warna menjadi hitam, serta munculnya jentik nyamuk.
Dapur
MBG yang berlokasi di Kelurahan Ekasapta itu sempat diprotes warga terkait limbah dapur Makan Bergizi Gratis (
MBG), namun tak diindahkan.
Kepala Dapur MBG di Ekasapta Risky mengaku sempat didatangi warga terkait limbah SPPG.
Ia mengatakan sudah menyampaikan keluhan warga ke mitra untuk segera menyiapkan septiteng atau menggali sumur resapan.
"Dalam minggu ini akan dikerjakan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat kesehatan lingkungan harus dijaga," ujarnya.
Baca Juga: Warga Protes Limbah SPPG Ekasapta Flores Timur NTT Cemari Lingkungan