digtara.com -Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang pada akhir pekan lalu.
Hujan sejak pukul 10.00 Wita mengakibatkan debit air di Kali Oehani, Kecamatan Amfoang Utara meningkat dan meluap.
Kondisi ini membuat akses penyeberangan dari arah Desa Afoan menuju Kelurahan Naikliu dan Desa Kolabe tidak dapat dilalui.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Naikliu dan Desa Afoan, Aipda Fidelis Hunam Kotan bersama sejumlah personel Polsek Amfoang Utara saat melaksanakan patroli dan pemantauan wilayah menemukan tujuh siswa SMP dan SMA yang sedang menunggu di tepi sungai sejak pukul 14.00 Wita karena tidak dapat melanjutkan perjalanan pulang ke rumah mereka di Desa Kolabe.
Baca Juga: Eksploitasi Anak Dibawah Umur, Polisi Amankan Pelaku dan Dua Gadis Remaja Ketujuh pelajar tersebut masing-masing Nyongki Obes, Remon Rondo, Canra Addu, Putra Lenawila, Arifin Addu, Sintia Banny, dan Yulty Addu.
Personel Polsek Amfoang Utara bersama Bhabinkamtibmas langsung membantu mengevakuasi sejumlah pelajar yang terjebak banjir di Kali Oehani.
Para pelajar terlihat kelelahan setelah menunggu cukup lama di tepi sungai.
Salah satu siswi bernama Marlinda Rame Huky bahkan sempat mengeluh lapar.
Melihat kondisi tersebut, tim patroli bersama Bhabinkamtibmas kemudian mengevakuasi tujuh siswa tersebut menuju Asrama Polisi (Aspol) Polsek Amfoang Utara untuk diberikan makanan dan minuman seadanya.
Setelah beristirahat dan makan, sekitar pukul 18.10 Wita Bhabinkamtibmas bersama tim kembali mengantar para pelajar tersebut menuju Kali Oehani dengan harapan air sudah mulai surut sehingga mereka bisa melanjutkan perjalanan pulang.
Baca Juga: Jual Sepeda Motor Milik Mertua Untuk Senang-Senang, Residivis di Kota Kupang Diamankan Polisi Saat Nongkrong di Cafe Namun setelah dilakukan pemantauan di lokasi, arus air di kali tersebut masih sangat deras sehingga belum memungkinkan untuk menyeberang dengan aman.
Untuk sementara waktu, tim patroli bersama warga setempat memutuskan tetap menunggu situasi banjir di sekitar kali tersebut sambil terus memantau perkembangan debit air.
Dalam waktu satu hingga dua jam, kondisi air masih belum memungkinkan untuk dilalui, maka para pelajar tersebut kembali dibawa ke Aspol Polsek Amfoang Utara atau dititipkan di rumah warga terdekat untuk beristirahat sementara hingga situasi benar-benar aman.
Langkah cepat yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas bersama personel Polsek Amfoang Utara tersebut sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat, khususnya para pelajar yang sedang dalam perjalanan pulang sekolah.