digtara.com -Seorang pemuda, R (21), menghembuskan nafas terakhirnya setelah melompat ke laut untuk mandi saat kapal yang ia tumpangi sedang bersandar.
Peristiwa ini terjadi di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (19/3/2026) siang.
Peristiwa ini bermula ketika kapal Niki Mila Utama merapat di dermaga sekitar pukul 13.30 Wita.
Kapal tersebut tengah transit dalam pelayaran panjang menuju Surabaya.
Baca Juga: Tabrak Bocah Tiga Tahun, Sopir Dan Pick Up Diamankan Polisi Di tengah proses bongkar muat yang padat, tiga orang rekan kerja yang berprofesi sebagai kernet truk ekspedisi memutuskan untuk turun ke laut demi menyegarkan diri dari cuaca panas.
Ketiga pemuda tersebut adalah Karolus Kewa Biha (24), Randi (23), dan korban R (21).
Ketiganya merupakan warga asal Kabupaten Ende dan Nagekeo yang sedang dalam perjalanan mengadu nasib menuju Pulau Jawa.
Sekitar pukul 14.15 Wita, R (21) yang baru saja melompat ke air tak kunjung muncul kembali ke permukaan.
Menyadari ada yang tidak beres, rekan-rekan korban mulai panik dan berteriak meminta tolong kepada petugas keamanan.
Baca Juga: Wilayah NTT Masuk Musim Kemarau Lebih Awal "Ada teman kami yang tenggelam! Dia melompat tadi tapi tidak muncul-muncul lagi ke atas," ujar salah satu rekan korban dengan suara bergetar dan wajah pucat saat melapor kepada petugas di lapangan.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres
Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo (TNI AL), dan petugas PT Pelindo segera melakukan penyisiran di titik koordinat terakhir korban terlihat.
Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat, Iptu Abnel Tamonob mengonfirmasi bahwa evakuasi dilakukan dengan sangat cepat, namun kondisi korban saat ditemukan sudah sangat kritis.
"Personel gabungan langsung bergerak ke lokasi begitu menerima informasi. Sekira pukul 14.30 Wita, petugas berhasil mengangkat tubuh korban dari dasar air. Saat dievakuasi, yang bersangkutan sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri," jelas Iptu Abnel Tamonob dalam keterangannya pada Jumat (20/3/2026).
Petugas segera melarikan korban R ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo menggunakan ambulans untuk mendapatkan pertolongan darurat.
Baca Juga: Aniaya Warga Karena Dendam Lama, Polisi Amankan Warga Alor Tim medis di instalasi gawat darurat langsung melakukan tindakan resusitasi selama hampir satu jam.
Namun, takdir berkata lain. Nyawa pemuda berusia 21 tahun itu tidak dapat diselamatkan.
"Pukul 15.15 Wita, kami menerima informasi resmi dari pihak rumah sakit bahwa upaya penyelamatan telah maksimal, namun korban dinyatakan meninggal dunia," ungkap Kasat.
Jenazah korban masih disemayamkan di RS Siloam Labuan Bajo sambil menunggu koordinasi dengan pihak keluarga untuk pemulangan jenazah.
"Jenazah korban yang saat ini berada di rumah sakit. Rencananya dibawa oleh pihak keluarga ke kampung halamannya untuk dimakamkan," sebut Iptu Abnel Tamonob.
Pihak TNI-Polri bersama otoritas pelabuhan kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh penumpang dan pekerja di area dermaga.
Baca Juga: Tabrak Bocah Tiga Tahun, Sopir Dan Pick Up Diamankan Polisi
"Kami mengimbau dengan sangat agar seluruh penumpang selalu menaati aturan keselamatan yang ada. Jangan melakukan aktivitas berbahaya seperti berenang atau melompat ke laut di area dermaga, terutama saat proses bongkar muat sedang berlangsung karena arus dan kondisi di bawah dermaga bisa sangat tidak terduga," tutur Kasat Pamobvit.