digtara.com -Pada Selasa 24 Maret 2026 pagi, dilaksanakan kerja bakti di rumah duka keluarga Bunga Alu di RT 009/RW 005, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.
Kerja bakti yang diinisiasi Polsek Sabu Barat, Polres
Sabu Raijua ini dipimpin Sekda Kabupaten
Sabu Raijua, Septimius M. Bule Logo, Kapolsek Sabu Barat, AKP Muhammad Nawawi, Danramil 1604-08
Sabu Raijua, Lettu Inf. Daniel Mahoklory, Dinas Kesehatan Kabupaten
Sabu Raijua, BPBD Kabupaten
Sabu Raijua dan petugas Puskesmas Seba, Kecamatan Sabu Barat.
Kapolsek Sabu Barat, AKP Muhammad Nawawi menyebutkan bahwa kerja bakti tersebut untuk pembersihan lingkungan sekitar rumah keluarga Bunga Alu karena dalam bulan Maret tahun 2026 telah mengalami kedukaan empat anggota keluarga meninggal sekaligus diduga terjangkit "Virus Leptospirosis."
"Kegiatan kerja bakti tersebut dalam rangka mencegah penyebaran penyakit maupun virus agar tidak meluas ke warga sekitar," ujar Kapolsek pada Selasa siang.
Baca Juga: Sejumlah Gudang Dan Rumah Di Sabu Barat Rusak Diterjang Hujan Dan Angin Puting Beliung Disebutkan kalau kematian empat anggota keluarga Bunga Alu sementara diduga akibat terjangkit "
Virus Leptospirosis."
Dalam kegiatan kerja bakti ini aparat kepolisian, TNI, Pemda dan warga serta petugas kesehatan membersihkan rumah dan lingkungan sekitar serta membakar dan menguburkan sampah-sampah yang menumpuk.
Kapolsek juga menghimbau warga untuk membudayakan cara hidup sehat dan rajin membersihkan rumah serta lingkungan sekitar tempat tinggal.
Empat orang warga di Kabupaten
Sabu Raijua, NTT dilaporkan meninggal dunia karena terinfeksi virus leptospirosis. Mereka terdiri dari dua orang perempuan dan dua orang pria.
Mereka merupakan keluarga Bunga Alu dan merupakan warga perbatasan Kelurahan Mebba dan Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.
Leptospirosis sendiri merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan ditularkan melalui urine hewan terinfeksi terutama tikus yang mencemari air atau tanah terutama saat banjir.
Baca Juga: Empat Warga Di Sabu Raijua Meninggal Dunia Diduga Infeksi Virus Leptospirosis, Satu Warga Dirawat Intensif Penyakit ini menyerang manusia melalui kulit yang lecet atau selaput lendir dengan gejala demam, nyeri otot (betis) dan mata merah.
Empat korban di Kabupaten Sabu Raijua dari keluarga Bunga Alu yakni EBA alias Ester (84), JBA alias Jekson (18) dan JTW alias Jublina (55). ketiganya merupakan warga RT 009 RW/006, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.
Satu korban lagi yakni, LBA alias Lukas (56) merupakan warga RT 003/RW 002, Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.
Korban Ester mulai sakit pada awal Maret 2026. Ia selama ini juga sering sakit karena faktor usia.
Awalnya, pada Minggu, 8 Maret 2026, Ester masih bisa berjalan. Namun pada malam hari ia mengalami demam tinggi.
Keesokan harinya atau pada Senin, 9 Maret 2026 pagi sekitar pukul 06.00 Wita, Ester meninggal dunia.
Baca Juga: DPO Polres Sabu Raijua Yang Ditangkap di Sumba Timur Berulang Kali Cabuli Keponakan Hingga Hamil
Korban Jekson yang juga pelajar SMA diketahui mulai sakit pada 6 Maret 2026 dengan keluhan demam.
Ia diantar keluarganya ke Puskesmas Seba pada Jumat (6/3/2026) dan mendapatkan obat. Selanjutnya ia menjalani penanganan lanjutan untuk rawat jalan.
Saat itu, korban Jekson diberikan obat kemudian pulang ke rumah dan hanya minum obat. Siangnya ia mulai sesak nafas dan pada Senin, 9 Maret 2026 petang sekitar pukul 18.00 Wita, Jekson meninggal dunia.
Korban Jublina mulai sakit pada 12 Maret 2026. Ia mengalami gejala sakit demam dan panas tinggi.
Jublina pun dibawa ke Puskesmas pada hari itu juga. Karena demam dan panas tinggi belum turun maka Jublina dirujuk ke RSUD Menia, Kabupaten Sabu Raijua.
Selain demam dan panas tinggi, Jublina pun mengeluhkan sakit lambung dan HB rendah. Tiga hari pasca dirawat di rumah sakit atau pada 15 Maret 2026, Jublina pun meninggal dunia.
Baca Juga: Sempat Kabur ke Hutan, DPO Polres Sabu Raijua Diamankan Anggota Polres Sumba Timur Lukas mulai sakit pada Jumat (20/3/2026) dengan gejala demam dan panas.
Pada Jumat petang, Lukas dibawa ke dokter praktek namun tidak ada perubahan sehingga pada Sabtu, 21 Maret 2026, Lukas dijemput petugas Puskesmas Seba, Kabupaten Sabu Raijua untuk dibawa ke Puskesmas Seba.
Pada Sabtu (21/3/2026) petang, Lukas langsung dirujuk ke RSUD Menia, Kabupaten Sabu Raijua.
Saat itu, Lukas juga mengalami HB rendah, sakit lambung, gejala sakit ginjal dan paru-paru.
Beberapa jam pasca ditangani petugas medis, Lukas pun meninggal dunia pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 Wita di RSUD Menia, Kabupaten Sabu Raijua.
Ada pula korban lain RBA alias Ruben (58) yang juga warga RT 009/RW 005, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.
Baca Juga: Masalah Anak, Pria di Sabu Raijua Dianiaya Besan Hingga Sekarat Ia mulai sakit pada Senin, 23 Maret 2026 dengan keluhan badan panas dan demam. Ruben sudah diambil sampel darahnya oleh dokter Puskesmas Seba untuk diperiksa.
Para korban diketahui tinggal dengan rumah berdekatan di perbatasan desa antara Kelurahan Mebba dan Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat.