digtara.com -Sebuah benda diduga tengkorak manusia ditemukan warga di pesisir Pantai Nunsui, RT 005/RW 002, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang pada Selasa (24/3/2026).
Penemuan
tengkorak manusia ini beredar luas di masyarakat melalui rekaman video.
MG (57), warga yang pertama kali menemukan benda tersebut mengaku kalau tengkorak tersebut awalnya ditemukan pada Senin (23/3/2026) petang sekitar pukul 15.00 WITA saat terhempas gelombang di bibir pantai.
Karena kekhawatiran warga, MG sempat menguburkan kembali benda tersebut di lokasi penemuan menggunakan pembungkus kain sebelum akhirnya melaporkannya secara resmi kepada pihak kepolisian.
Baca Juga: Tersangka Kasus Eksploitasi Seksual Anak Di Kupang Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Anggota Polsek Kota Lama merespon informas tersebut dengan turun ke lokasi dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kota Lama, Ipda Deky Tanebet didampingi Ka SPK, Aipda Jefri Mira Tade.
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari melalui Kapolsek Kota Lama, AKP Zainal Arifin Abdurahman, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah prosedural di tempat kejadian perkara (TKP).
"Setelah menerima laporan, kami segera menerjunkan piket gabungan," ujarnya.
Pihaknya pun berkoordinasi dengan tim Identifikasi Polresta
Kupang Kota untuk melakukan olah TKP disaksikan ketua RT serta warga sekitar.
"Tengkorak tersebut dievakuasi menggunakan kantong jenazah," ujar AKP Zainal Arifin Abdurahman.
Tengkorak temuan tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Titus Ully Kupang untuk menjalani pemeriksaan medis serta forensik lebih lanjut guna memastikan jenis dan identitas tengkorak tersebut.
Baca Juga: Begini Pengakuan Perempuan Yang Diduga 'Jual' Anak Dibawah Umur Di Kota Kupang Ketua RT 05 Kelurahan Oesapa, AA mengakui kalau area pesisir pantai tersebut memang berdekatan dengan lokasi pemakaman atau kuburan warga.
Muncul dugaan awal bahwa tengkorak tersebut merupakan bagian dari kerangka lama yang muncul ke permukaan akibat abrasi atau arus gelombang tinggi.
Kapolsek mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak berspekulasi secara berlebihan.
"Biarkan tim medis forensik bekerja untuk memastikan identitas dari temuan tersebut," tandasnya.