digtara.com -Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto, menyebut kondisi cuaca ekstrem berpengaruh besar pada ambruknya salah satu jembatan di jalur utama Trans Timor pada Kamis (26/3/2026).
Rusaknya
jembatan di Kilometer 38 Oelmasi, Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupan ini menyebabkan macetnya arus lalu lintas.
Selain itu jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, roda enam dan roda 10.
Akses di jalur tersebut putus total terutama bagi kendaraan. Kendaraan roda dua pun sudah tidak bisa melalui kawasan tersebut.
Baca Juga: Jembatan di Jalan Timor Raya Naibonat Ambruk Janto mengakui kalau ambruknya
jembatan yang dibangun pada tahun 1991 ini akibat cuaca ekstrem.
"Akibat cuaca ekstrem dengan terjadinya longsoran di hilir sungai yang menggerus tanah hingga terjadi retakan pada pondasi jembatan. Pondasi jembatannya bergeser sehingga plat injaknya terjadi penurunan," katanya di lokasi pada Kamis siang.
Ia melanjutkan ada alternatif jalan yang sudah dipilih karena jalur jalan yang rusak itu akan ditutup sementara untuk perbaikan.
"Langkah yang kita lakukan saat ini, status lalu lintas jalan kita tutup dan kita alihkan ke jalur alternatif di ruas Jalan Nunkurus di Kabupaten Kupang," ungkap dia.
Semua arus kendaraan sudah dialihkan ke jalur alternatif ini.
Baca Juga: Diguyur Hujan dan Arus Deras, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat Bagi Anak Sekolah di Sumba Barat Daya Antrian kendaraan di lokasi
jembatan ambruk
Sementara itu pihak BPJN telah menurunkan alat berat untuk memulai pengerjaan jalan sementara.
"Kami sudah mobilisasi alat berat untuk membuka jalan sementara. Jalan sementara akan berada di posisi hilir," lanjutnya.
Pihaknya menggunakan gorong-gorong dan box khusus yang bisa dilalui oleh kendaraan.
Baca Juga: Brimob Polda NTT Bangun Jembatan di Nanganae Bantu Akses Warga
Pihaknya akan melakukan upaya maksimal apabila didukung dengan cuaca yang tidak lagi hujan.
"Dalam waktu lima hari ini bisa jalan maksimal sehingga bisa digunakan oleh masyarakat," ujarnya.
Jembatan depan Markas Brigif 21 Komodo Oelamasi, Kilometer 36, Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang mengalami kerusakan dan ambruk
Ambruknya
jembatan karena ada P
Penurunan kurang lebih 1,4 meter dari bahu jalan yang mengakibatkan lalulintas pejalan kaki terhambat dan kendaraan roda 2, 4, 6 dan 10 tidak bisa melintasi.
Penyebab sementara kerusakan diduga akibat tingginya debit air hujan yang mengguyur wilayah tersebut sehingga mengakibatkan pergerakan tanah dan retakan di sekitar jembatan.
Baca Juga: Perkuat Akses Dan Keselamatan Anak Sekolah, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Penyeberangan Warga di Manggarai Barat Selain itu, pipa air PDAM mengalami kebocoran sehingga terjadi pengikisan tanah di bagian tiang induk
jembatan.
Kondisi di lokasi saat ini mengalami patahan yang cukup membahayakan bagi pengguna jalan kaki dan kendaraan bermotor roda dua, empat, enam dan 10.
Luas jalan yang terputus akibat kejadian tersebut yakni panjang jalan enam meter, lebar jalan tujuh meter dan kedalaman 1,4 meter.
Petugas dari Dirjen Perhubungan darat dan instansi terkait menghimbau agar pengguna jalan kaki berhati-hati karena sewaktu- waktu
jembatan bisa terjadi kerusakan yang lebih para
Juga membuat jalan alternatif sambil menunggu perbaikan jembatan.
Baca Juga: Jembatan Penyeberangan Buatan Warga di Alak-Kota Kupang Roboh Diduga Imbas Galian Saluran Limbah Perumahan SPC Alak