Atasi Kemacetan Pasca Jembatan Amblas, Jalur Altermatif Dibuka Dengan Sistem One Way

Imanuel Lodja - Senin, 30 Maret 2026 10:00 WIB

digtara.com -Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya mengatasi kemacetan lalu lintas akibat amblasnya jembatan di Jalan Timor Raya Kilometer 39, tepatnya di depan akses menuju Mako Brigif 21 Komodo, Kelurahan Naibonat, Kabupaten Kupang.

Sejak Sabtu (28/3/2026) malam, jalur alternatif dan jembatan darurat yang dibangun di samping lokasi jembatan ambruk resmi dibuka untuk masyarakat.

Pembukaan jalur tersebut disertai pengamanan, pengaturan, dan pengalihan arus lalu lintas dengan sistem satu arah atau one way.

Direktur Lalu Lintas Polda NTT, Kombes Pol Dedy Jaya Helmi mengatakan pembukaan jalur alternatif dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan, terutama bagi kendaraan yang melintas dari dan menuju wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka hingga perbatasan Timor Leste.

Baca Juga: Oknum Anggota Dewan Diamankan Polisi Bersama Pasangannya

"Sejak jembatan di Kilometer 39 amblas, kami langsung berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk membuka jalur alternatif agar arus lalu lintas tetap berjalan aman dan lancar. Untuk sementara kami memberlakukan sistem one way sampai jembatan darurat selesai dikerjakan sepenuhnya," ujar Kombes Dedy pada akhir pekan lalu.

Kendaraan dari arah Kota Kupang menuju Camplong, TTS, TTU, Belu, Malaka dan Timor Leste masih dialihkan melalui jalur alternatif yang dimulai dari cabang Jalan Tani di Kelurahan Babau, kemudian melewati jembatan kayu di Desa Nunkurus dan keluar di pertigaan Sulamu, Kecamatan Kupang Timur.

Sementara itu, arus kendaraan dari arah Timor Leste, Belu, Malaka, TTU dan TTS menuju Naibonat, Tarus dan Kota Kupang kini sudah dapat melewati jalur baru yang dibangun sekitar 50 meter di samping jembatan yang ambruk.

"Jalur baru ini dibuka khusus dari arah timur menuju Kota Kupang. Kendaraan keluar sekitar 150 meter setelah lokasi jembatan yang amblas. Dengan pola ini, antrean panjang yang sebelumnya terjadi kini sudah berhasil diurai," jelasnya.

Pembukaan jalur alternatif tersebut dilakukan oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR Provinsi NTT, Janto bersama Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, Sekda Kabupaten Kupang dan sejumlah unsur terkait pada pukul 19.00 Wita.

Sejak dibuka hingga tengah malam, personel gabungan terus bersiaga di lapangan untuk mengatur arus kendaraan dan memastikan tidak terjadi penumpukan.

Baca Juga: Patroli Malam Minggu, Anggota Ditsamapta Polda NTT Amankan Sopir Mobil Rental Yang Lecehkan Penumpang

Sedikitnya tiga titik pengamanan disiapkan, yakni di cabang Jalan Tani Kelurahan Babau, jembatan kayu Desa Nunkurus, serta jalur baru di depan Mako Brigif 21 Komodo Naibonat.

Untuk mendukung pengamanan, personel menempatkan tenda Sabhara di masing-masing titik, dilengkapi handy talky, genset, lampu penerangan, lampu hazard lalu lintas hingga jas hujan.

Selain Satlantas Polres Kupang, pengamanan juga melibatkan personel Samapta, Polsek Kupang Timur, Polsek Fatuleu, Brigif 21 Komodo, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten Kupang.


Kombes Pol Dedy Jaya Helmi menegaskan kendaraan prioritas seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran dan kendaraan darurat lainnya tetap mendapat pengawalan khusus agar dapat melintas tanpa hambatan.

"Personel kami tetap siaga di lapangan selama 24 jam. Ambulans, pemadam kebakaran dan kendaraan prioritas lainnya akan terus kami dahulukan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama," tegasnya.

Ia menambahkan, untuk sementara jalur baru tersebut hanya diberlakukan satu arah karena pembangunan jembatan darurat masih terus berlangsung.

Setelah pekerjaan bronjong dan konstruksi selesai, jalur akan dibuka normal untuk dua arah.

Baca Juga: Oknum Anggota Dewan Diamankan Polisi Bersama Pasangannya

Saat ini, kendaraan truk sudah dapat melintas dengan tonase maksimal delapan ton.

Sementara kendaraan roda 12 diperbolehkan melintas tanpa muatan.

"Jika seluruh pekerjaan selesai, maka arus lalu lintas akan kembali normal. Namun selama masa pengerjaan, kami meminta masyarakat mematuhi petunjuk petugas dan tetap berhati-hati saat melintas," imbau Dedy.

Berkat rekayasa lalu lintas tersebut, kemacetan yang sempat terjadi di kawasan Naibonat kini mulai teratasi.

Situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Kupang terpantau aman, lancar dan kondusif.

Polda NTT memastikan personel akan tetap disiagakan di posko jembatan baru hingga proses pembangunan selesai dan arus lalu lintas benar-benar pulih sepenuhnya.

Baca Juga: Patroli Malam Minggu, Anggota Ditsamapta Polda NTT Amankan Sopir Mobil Rental Yang Lecehkan Penumpang

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Cegah Virus Leptospirosis, Kadinkes NTT Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Nusantara

Oknum Anggota Dewan Diamankan Polisi Bersama Pasangannya

Nusantara

Patroli Malam Minggu, Anggota Ditsamapta Polda NTT Amankan Sopir Mobil Rental Yang Lecehkan Penumpang

Nusantara

Dihajar Massa, Pelaku Pemerkosaan Gadis Disabilitas Di Kupang Diselamatkan Tim Resmob Polda NTT

Nusantara

Patroli di Kota Kupang, Dit Samapta Polda NTT Amankan Pemuda Mabuk Miras dan Tangani Aksi Kekerasan

Nusantara

Anggota TNI AD Dicopot Karena Terlibat Kasus Pencabulan, Begini Penjelasan Polda NTT Terkait Pembatalan SKCK