digtara.com -Polres Flores Timur menyatakan kesiapan penuh mengamankan rangkaian kegiatan Pekan Semana Santa Tahun 2026 di Kota Larantuka.
Kesiapan ini ditunjukkan melalui perencanaan pengamanan terpadu, pelibatan personel gabungan lintas instansi.
Ada pula penempatan pos pengamanan dan pelayanan di titik-titik strategis guna menjamin situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Sebanyak 985 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan tersebut, terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat.
Baca Juga: Warga dari Sulawesi Pun Ikut, Ribuan Peziarah ke Flores Timur-NTT Sudah Mendaftar Personel disebar di Pos Pengaman, Pos Pelayanan, serta titik rawan dan jalur utama prosesi seperti Gereja Katedral, Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, pelabuhan, hingga pusat keramaian.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan seluruh rangkaian pengamanan telah dipersiapkan secara matang.
"Kami memastikan seluruh personel dan sarana pendukung siap untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama pelaksanaan Semana Santa 2026," ujarnya pada Rabu (1/4/2026).
Polres
Flores Timur juga menerapkan rekayasa lalu lintas mulai 1 April 2026 saat Rabu Trewa hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, guna mengurai kepadatan arus kendaraan dan menjamin keselamatan peziarah.
Untuk prosesi laut, pengawasan ketat juga dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, meliputi pemeriksaan kapal, kapasitas muatan, hingga kondisi cuaca.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama," tambahnya.
Baca Juga: Pamit Memancing, Pria Di Flores Timur Ditemukan Tewas Mengapung Di Pantai Prosesi laut Semana Santa merupakan ritual sakral puncak Jumat Agung di
Larantuka,
Flores Timur, NTT, di mana patung Tuan Meninu (bayi Yesus) diarak menggunakan perahu (berok) menyeberangi Selat Gonsalu.
Ribuan peziarah biasanya berpakaian hitam mengikuti prosesi ini dengan khusyuk dari Kapela Tuan Meninu menuju Pantai Kuce.
Prosesi Laut Semana Santa berlangsung pada Jumat Agung, sebagai bagian dari rangkaian Semana Santa.
Kegiatan ini melambangkan perjalanan Yesus menuju kebangkitan dan refleksi sengsara-Nya, serta menghormati tradisi masyarakat
Flores Timur sebagai nelayan.
Keunikan prosesi ini karena sering disebut sebagai satu-satunya prosesi laut ziarah di dunia.
Dalam prosesi ini, patung Tuan Meninu dibawa dengan sampan khusus (berok) dan diikuti ratusan perahu umat.
Meskipun sering diguyur hujan, umat tetap mengikutinya dengan doa dan nyanyian.
Umat sering mengambil air laut atau pasir dari lokasi prosesi, yang dipercaya telah diberkati.
Baca Juga: Warga dari Sulawesi Pun Ikut, Ribuan Peziarah ke Flores Timur-NTT Sudah Mendaftar
Prosesi ini menjadi daya tarik wisata religi internasional dan menjadi ikon budaya bagi Nusa Tenggara Timur.