digtara.com -Pesta wisuda di Jalan Kabesak, RT 010/RW 004, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang berakhir ricuh.
Kericuhan terjadi pada Rabu (1/4/2026) subuh sekitar pukul 02.00 wita.
Awalnya pesta yang digelar pada Selasa (31/3/2026) malam berlangsung dengan baik.
Namun semakin malam, suasana pesta makin ramai. Sejumlah pemuda mulai mengkonsumsi minuman keras (Miras) dan mulai terlibat acara bebas.
Baca Juga: Jamin Paskah 2026 Aman, Polres Kupang Fokus Pengamanan Pada 167 Gereja di Kabupaten Kupang Pada Rabu dinihari terjadi pelemparan antar warga menggunakan batu berujung kerusuhan. Undangan pun panik dan kocar kacir dari tenda acara.
Tidak diketahui persis asal batu dan awal mula keributan tersebut. Beberapa undangan dalam tenda pun mulai berusaha menyelamatkan diri.
Salah seorang warga (pria) terkena lemparan batu yang menyebabkan korban mengalami luka di kepala.
Tim patroli perintis presisi Dit Sabhara Polda NTT dipimpin komandan peleton (Danton) Raimas, Aipda Dickson Hermanus Lay bersama piket pos shelter Polda NTT segera ke lokasi di Jalan Kabesak, Kelurahan Oesapa.
Bersama patroli Saboak Polresta Kupang Kota langsung menuju ke tempat kejadian untuk cipta situasi dan kondisi yang aman dan kondisi
Tim patroli perintis presisi bersama piket pos shelter Polda NTT dan patroli saboak Polresta Kupang Kota kemudian membawa korban untuk diobati di RS Siloam.
Baca Juga: Warga Kupang Dipolisikan Gara-gara Sebarkan Konten Kesusilaan Polisi juga mengamankan 28 orang warga yang terjebak di tempat kejadian.
Mereka terdiri dari pria 19 orang dan perempuan sembilan orang.
Polisi juga mengamankan 10 unit kendaraan sepeda motor milik warga dan dikawal untuk diantar pulang ke wilayah Kelurahan Kayu putih, Kecamatan Oebobo.
Anggota patroli perintis Presisi juga melaksanakan patroli dialogis dan menyambangi tokoh masyrakat ,dan Ketua RT di beberapa lokasi di Kota
Kupang.
Polisi berdialog menanyakan situasi dan kondisi di seputaran wilayah tersebut.
Tim juga mendengar keluh kesah dari setiap tokoh dan warga yang ditemui terkait kondisi lingkungan masyarakat .
Baca Juga: Dilimpahkan Polda NTT, Tujuh Tersangka Pembunuhan Sebastian Bokol Ditahan di Rutan Kupang
Tim menghimbau kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan para Ketua RT dan warga agar dapat menjaga keamanan di seputaran wilayah tempat tinggal dan selalu mengingatkan kepada muda-mudi setempat agar tidak melakukan aksi aksi kriminal seperti Miras, tawuran dan aksi pemalakan.
Tim berharap, setiap tokoh dan simpul penting masyarakat di setiap wilayah dapat berkontribusi bersama anggota kepolisian agar selalu menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Anggota patroli perintis Presisi juga melaksanakan patroli dialogis dan menyambangi masyarakat yang sedang mengadakan acara wisuda.
Tim menghimbau agar pada saat acara berlangsung, penyelenggara acara dapat menjaga keamanan serta musik yang dapat dikecilkan mengingat waktu yang sudah larut malam.
Baca Juga: Jamin Paskah 2026 Aman, Polres Kupang Fokus Pengamanan Pada 167 Gereja di Kabupaten Kupang Tim juga menghimbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi Miras pada saat acara berlangsung guna terciptanya situasi yang aman dan kondusif pada saat acara berlangsung.