digtara.com -Pengamanan hari raya Paskah tahun 2026 bukan saja dilakukan di darat namun fokus pengamanan juga dilakukan di laut.
Direktur Polairud
Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution menyebutkan kalau pengamanan di laut dalam rangka operasi Semana Santa sudah dilakukan sejak awal pekan ini.
Ada 35 personil Polairud di Larantuka, Kabupaten Flores Timur yang mengamankan prosesi laut pada Jumat, 3 April 2026 mendatang.
"Untuk prosesi laut tanggal 3 April, kita libatkan 35 personil Polairud di Larantuka," ujarnya pada Rabu (1/4/2026) petang.
Baca Juga: Mengaku Disekap Dan Diperkosa Empat Pria, Siswi SMP di Kupang Ternyata Hilang Bersama Pacar Disiapkan pula tujuh unit kapal terdiri dari satu unit kapal tipe C1, tiga unit kapal tipe C2, satu interhips dan dua rubber boat.
Unt prosesi laut di Kupang pada Minggu, 5 April 2026 dilibatkan 30 personil dengan Alut kapal lima unit terdiri dari satu unit kapal tipe C1, dua unit kapal tipe C2, satu unit tactical boat dan satu shiptender.
Personel Ditpolairud Polda NTT disiagakan di wilayah perairan guna mengawal armada penyeberangan dan memastikan kapal yang digunakan memenuhi standar keselamatan.
Disebutkan bahwa pengamanan ini adalah bentuk pengabdian dan pelayanan Polri kepada masyarakat serta tradisi luhur yang telah diwariskan turun-temurun.
Perayaan Semana Santa di Larantuka selama ini dikenal bukan hanya sebagai agenda keagamaan, tetapi juga warisan budaya dan sejarah yang telah berlangsung sejak abad ke-16.
Tradisi ini menjadi simbol devosi masyarakat kepada Tuan Ma dan Tuan Ana, sekaligus menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
Baca Juga: 2.959 Peserta Siap Berkompetisi Dalam Penerimaan Anggota Polri di Polda NTT Pengamanan yang dilakukan tidak semata-mata bertujuan menjaga situasi tetap aman, tetapi juga memastikan seluruh peziarah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.
Rangkaian Pekan Suci di Larantuka, Kabupaten Flores Timur berlangsung sejak 29 Maret hingga 6 April 2026.
Polda NTT menghadirkan pengamanan yang humanis, penuh empati, dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat melalui Operasi Turangga 2026.
Sebanyak 985 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan seluruh rangkaian Semana Santa di Kota
Larantuka.
Personel tersebut terdiri dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga organisasi kepemudaan lintas agama seperti OMK dan Pemuda GMIT.
Keterlibatan pemuda lintas agama dalam pengamanan menjadi simbol kuat toleransi dan persaudaraan di Flores Timur.
Baca Juga: Berkas Lengkap, Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Lucky Sanu dan Delfi Foes Dilimpahkan ke Kejaksaan
Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik penting dan ritual utama, mulai dari Tikam Turo atau pemasangan pagar bambu, Rabu Trewa, hingga puncak Prosesi Jumat Agung dan Prosesi Laut.
Polda NTT juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan jalur prosesi, kelancaran arus lalu lintas, serta keselamatan selama prosesi laut berlangsung.
Tim penjinak bom juga diterjunkan untuk melakukan sterilisasi di lokasi-lokasi ibadah dan titik kumpul peziarah.
Sejumlah lokasi prioritas pengamanan meliputi Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, jalur prosesi darat, dermaga penyeberangan laut, hingga area kedatangan peziarah di bandara dan pelabuhan.
Baca Juga: Mengaku Disekap Dan Diperkosa Empat Pria, Siswi SMP di Kupang Ternyata Hilang Bersama Pacar Polda NTT berharap Semana Santa 2026 di
Larantuka maupun perayaan paskah di NTT dapat berlangsung aman, damai, dan menjadi momentum memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.