digtara.com -Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Wakapolda NTT, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo dan Kasatgas PanganPolda NTT, Kombes Pol FX Irwan Arianto melakukan panen jagung di Kelurahan Naibonat, Kabupaten Kupang, Rabu (1/4/2026) petang.
Gubernur melakukan panen pada lahan seluas 0,5 hektar di RT 050/RW 020 Kelurahan Naibonat.
Lahan tersebut dikelola Kelompok Satu Hati dengan ketua Arnoldus Kila Saduk beranggotakan 20 orang.
Kelompok tani dampingan Tani Optima Group ini mengembangkan jagung jenis hibrida varietas Nusa 1 bantuan dari Polda.
Baca Juga: Polairud Polda NTT Siagakan Personil dan Kapal Amankan Prosesi Paskah di Larantuka Mereka menanam pada tiga lahan berbeda seluas 3 hektar di Kelurahan Naibonat sejak Desember 2025 lalu.
Diatas lahan seluas 0,5 hektar, kelompok tani ini memanen jagung sebanyak lebih dari 2 ton atau naik dua kali lipat dari hasil panen sebelumnya.
Ketua kelompok Satu Hati, Arnoldus Kila Saduk mengakui kalau pendampingan oleh Tani Optima Group dilakukan sejak pembersihan lahan hingga penampungan hasil panen.
Tani Optima Group sendiri bekerjasama dengan Bulog untuk membeli jagung hasil panen petani dengan kenaikan harga beli Rp 900 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Arnoldus dan anggota kelompok merasakan betul manfaat pendampingan tersebut.
Baca Juga: Mengaku Disekap Dan Diperkosa Empat Pria, Siswi SMP di Kupang Ternyata Hilang Bersama Pacar Mereka mengelola 3 hektar lahan. Jika sebelumnya mereka mendapatkan hasil panen 2 ton per hektar, maka kali ini mereka memperoleh 5-6 ton per hektar.
"Setiap bulan kami dapat untung Rp 30 juta dan setiap petani (anggota kelompok) mendapatkan Rp 4 juta," tandasnya.
Pola pendampingan yang ketat dan teratur sangat membantu mereka. "Setiap hari kami sudah kebun pukul 07.00 wita hingga pukul 15.00 wita. Kami di absen. Cara tanam dan merawat tanaman pun diajari sehingga kami bisa panen dua kali lipat," ujarnya.
Ia juga siap mengelola kembali lahan untuk musim tanam kedua tahun ini. Walau masalah air masih menkadi kendala namun ia yakin usaha dan kerja keras bisa membuahkan hasil.
Ferdi dari Tani Optima Group pada kesempatan tersebut mengakui kalau pola yang diterapkan merupakan program ekosistem dalam mendukung penanaman jagung di NTT.
Baca Juga: 2.959 Peserta Siap Berkompetisi Dalam Penerimaan Anggota Polri di Polda NTT Sejak empat bulan terakhir mereka menawarkan solusi ekosistem sebagsi inovasi diawali dengan belanja masalah di lapangan
Luasan lahan yang dikelola di tahap awal adalah 10 hektar di 5 daerah terpisah. Di wilayah Naibonat sendiri, melalui kelompok tani, ia menanam 3 hektar.
"Hasil panen kering 5,2 ton per hektar. Jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Ferdi
Ia memgakui kalau lahan pertanian di NTT sangat subur dan ketersediaan lahan kering sampai setengah juta hektar.
Disisi lain dibutuhkan support lintas sektor. "Sebagai inisiator, kami butuh dukungan semua pihak," ujarnya.
Baca Juga: Berkas Lengkap, Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Lucky Sanu dan Delfi Foes Dilimpahkan ke Kejaksaan Pihaknya mendorong NTT sebagai lumbung jagung yang baru dengan kolaborasi ada keberlanjutan
Ekosistem jagung gotong royong oleh Tani optima group mengusung tema "menuju NTT lumbung jagung nasional".
Gubernur NTT menegaskan bahwa perlunya dukungan perbankan mendukung ekosistem pertanian.
Gubernur mengapresiasi hasil panen yang semula 1 sampai 1,5 ton per hektar menjadi 5 sampai 6 ton per hektar.
"Harus ada sinergitas dan gotong royong untuk membangun NTT secara bersama," ujar gubernur NTT.
Baca Juga: Dilimpahkan Polda NTT, Tujuh Tersangka Pembunuhan Sebastian Bokol Ditahan di Rutan Kupang
Sinergi semua pihak menghasilkan banyak.
Gubernur juga mendorong pola yang diterapkan saat ini harus menjadi model contoh.
"Daerah lain bisa menduplikasi bagi daerah lain sehingga perlu perkuat NTT sebagai lumbung jagung," ujar gubernur NTT.
Ia juga berharap agar jagung sebagai identitas NTT harus diolah untuk hilirisasi.
Baca Juga: Polairud Polda NTT Siagakan Personil dan Kapal Amankan Prosesi Paskah di Larantuka
"Hilirisasi, produksi jagung agar dikelola dengan baik. Olah jagung menjadi berbagai produk agar ada nilai tambah," tandas gubernur.
Oleh karena itu, Bank NTT diharapkan bisa membantu KUR untuk pelatihan UMKM bagi petani untuk produksi jagung.
Melalui panen jagung, gubernur NTT berharap masyarakat aktif lagi menanam pasca panen untuk optimalisasi hasil panen jagung.
Gubernur bersama Wakapolda NTT, Wakapolres Kupang dan warga masyarakat melakukan panen secara simbolis pada lahan yang ada.
Baca Juga: Mengaku Disekap Dan Diperkosa Empat Pria, Siswi SMP di Kupang Ternyata Hilang Bersama Pacar