digtara.com -Bencana longsor disertai patahan tanah kembali mengguncang wilayah RT 12/RW 004, Kelurahan Kota SoE, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Peristiwa yang berlangsung sejak akhir Maret ini memaksa sedikitnya 10 kepala keluarga bersiap mengungsi demi keselamatan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD TTS, Dianar Ary Ati, mengatakan pergerakan tanah sebenarnya sudah terdeteksi sejak 23 Maret 2026.
Namun, kondisi memburuk pada Rabu (1/4/2026) ketika terjadi patahan tanah yang cukup besar dan terus meluas hingga Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Tiga Anak di TTU Diduga Diadopsi Ilegal, Polisi Turun Tangan "Puncak pergerakan tanah terjadi kemarin. Saat ini patahan semakin melebar dan masuk hingga sekitar 40 meter ke dalam tanah. Kami sudah mengimbau warga terdampak untuk segera mengungsi," jelas Dianar di lokasi kejadian pada Kamis (2/4/2026).
Sebanyak 10 rumah warga di Kampung Sabu kini berada dalam ancaman langsung.
BPBD meminta pemilik rumah segera menyelamatkan barang-barang penting dan berpindah ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko korban jiwa.
Adapun warga terdampak antara lain keluarga Jhony Dura, Silvester Dura, Jermias Dura, Wilson Dura, Diki Dura, Ande Tiran, Tin Tallo, Arny Leo, Tarsius, serta Kornelis K. Baun dan beberapa keluarga lainnya di sekitar lokasi patahan.
Tim reaksi cepat (TRC) BPBD TTS telah diterjunkan untuk melakukan identifikasi dan penanganan awal.
Kepala Pelaksana BPBD turut didampingi sejumlah staf meninjau langsung kondisi tanah yang retak dan berpotensi meluas.
Baca Juga: Jamin Paskah 2026 Aman, Polres Kupang Fokus Pengamanan Pada 167 Gereja di Kabupaten Kupang Hingga saat ini, situasi di lokasi masih dalam pemantauan intensif. Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan pergerakan tanah susulan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.