digtara.com -Johny Robinson Ratu Mage, warga Kota Kupang, NTT mengalami luka serius terkena tikaman pisau oleh MN (69).
Penikaman ini terjadi pada Kamis (2/4/2026) subuh sekitar pukul 03.45 Wita di RT 011/RW 003, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota
Kupang.
Kejadian bermula ketika korban menghadiri undangan acara ulang tahun cucu dari terlapor/pelaku MN (69) di kediaman pelaku di Kelurahan Fatukoa.
Sekitar pukul 03.40 Wita, pelaku yang dalam keadaan dipengaruhi minuman keras (miras) terlibat pertengkaran dengan istrinya.
Baca Juga: Satlantas Polresta Kupang Kota Buat Rekayasa Lalu Lintas Amankan Prosesi Jalan Salib Melihat hal itu, korban berupaya melerai pertengkaran tersebut.
Namun, pelaku yang sedang emosi dan dibawah pengaruh alkohol tiba-tiba mengambil sebilah pisau dari dalam tas selempang miliknya yang juga berisi sirih pinang.
Pelaku langsung menusukkan pisau tersebut hingga mengenai bagian pinggang belakang korban.
Korban mengalami luka akibat benda tajam dan kini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Unit Reskrim Polsek Maulafa kemudian melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Gelar perkara berlangsung pada Kamis (2/4/2026) siang di Polsek Maulafa, dipimpin Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah serta dihadiri Kanit Reskrim, Ipda Afret Bire dan seluruh tim penyidik Polsek Maulafa.
Baca Juga: Belasan Pohon Santigi Diamankan Polisi di Kawasan Bolok-Kupang Gelar perkara ini membahas laporan polisi nomor LP/B/53/IV/2026/SPKT/ Polsek Maulafa/Polresta
Kupang Kota/Polda NTT, tanggal 2 April 2026.
Kasus ini dilaporkan Devirson Ratu Mage, tentang peristiwa penganiayaan terhadap korban Johny Robinson Ratu Mage.
Dari gelar perkara, disimpulkan bahwa perkara dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan lebih lanjut.
Terhadap pelaku MN, penyidik mempersangkakan pasal 466 ayat (2) KUHP subsider pasal 466 ayat (1) KUHP.
Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah menyebutkan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut, termasuk Devirson Ratu Mage sebagai pelapor.
Baca Juga: Mengaku Disekap Dan Diperkosa Empat Pria, Siswi SMP di Kupang Ternyata Hilang Bersama Pacar
Kapolsek Maulafa mengimbau dan mengingatkan seluruh warga Kecamatan Maulafa agar menjauhi konsumsi minuman keras secara berlebihan.
Miras, ujarnya kerap menjadi pemicu utama berbagai peristiwa pidana maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Kami akan terus menegakkan hukum secara tegas, namun pencegahan dari masyarakat sendiri jauh lebih penting. Jangan biarkan miras merusak kerukunan dan keselamatan kita bersama," tegas AKP Fery.
Baca Juga: Satlantas Polresta Kupang Kota Buat Rekayasa Lalu Lintas Amankan Prosesi Jalan Salib