digtara.com -Calo penjualan tiket masih beraksi di pelabuhan Tenau, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
FL alias Fander (26) diamankan tim Resmob Ditreskrimum Polda NTT pada Rabu (8/4/2026) malam.
Warga RT 015/RW 005, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang ini merupakan calo penjualan tiket kapal Pelni.
Ada tiga warga yang menjadi korban dari aksi pelaku masing-masing Edo Novliandi Fallo, Yufri Benu dan Rini S. Tunliu
Baca Juga: Datangi Lokasi Wisata dan Tempat Nongkrong, Polisi Minta Muda-Mudi di Kupang Hindari Miras dan Tindak Kriminal Beberapa warga sebelumnya sudah mengadukan penipuan pembelian tiket Pelni ke Polda NTT.
Warga mengeluhkan aksi sejumlah pria di Pelabuhan Tenau yang menjadi calo tiket.
Terakhir, calo tiket beraksi saat keberangkatan kapal Tidar pada Rabu (8/4/2026).
Tim Resmob Polda NTT turun ke
pelabuhan Tenau Kupang dan mengamankan Fander yang menipu sejumlah penumpang.
Fander sengaja memfasilitasi pembelian tiket keberangkatan korban.
Namun, ia hanya membeli tiket dengan tujuan hanya sekali penyeberangan yaitu ke pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka.
Baca Juga: Curi Helm Milik Peserta Seleksi Penerimaan Polri, Pria di Kupang Diamankan Jatanras Polresta Kupang Kota Sedangkan korban memesan tiket dengan tujuan ke pelabuhan Tanjung Priuk-Jakarta.
Korban merasa ditipu dengan nominal pembelian tiket Rp 2.100.000 untuk tiga tiket penumpang.
Fander kemudian dibawa ke kantor Ditreskrimum Polda NTT dan dimintai keterangan terkait aksinya.
Dalam keterangannya ke polisi, Fander mengaku sudah sering melakukan aksinya dan sudah menjadi mata pencaharian selama ini.
Ia menipu korban dengan modus memberikan tiket tidak sesuai tujuan keberangkatan
Dari aksinya, Fander mendapat keuntungan Rp 100.000- Rp 500.000 per tiket.
Baca Juga: 1.500 Anggota TNI dan Polri Dikerahkan Amankan Kunjungan Wakil Presiden
Fander juga sudah sering melakukan kegiatan calo seperti ini dengan berbagai tujuan keberangkatan dengan kapal yang berbeda
Para korban pada akhirnya tidak ingin melanjutkan permasalahan tersebut karenakan mereka ingin tetap berangkat ke tempat tujuan.
Fander pun mengembalikan semua kerugian uang milik korban.
Namun ia diamankan di ruangan Resmob Polda NTT untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sejumlah korban mengaku kalau Fander sudah sering beraksi dan dikenal sebagai preman di
pelabuhan Tenau Kupang.
"Kami berterima kasih kepada Polda NTT karena bisa amankan calo karena selama ini mereka beraksi di pelabuhan dan meresahkan," ujar Ronald Steven yang juga salah satu penumpang di pelabuhan Tenau Kupang pada Rabu malam.
Ia berharap agar penanggungjawab pelabuhan juga harus tegas memberantas calo tiket.
Baca Juga: Datangi Lokasi Wisata dan Tempat Nongkrong, Polisi Minta Muda-Mudi di Kupang Hindari Miras dan Tindak Kriminal