digtara.com -Sebanyak 1.313 jiwa dari 285 Kepala Keluarga (KRT) terpaksa mengungsi akibat gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 4.7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur.
Data terbaru per 10 April 2026, para pengungsi tersebar di delapan desa yang berada di dua kecamatan terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty Nemo, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan memenuhi kebutuhan dasar di titik-titik pengungsian.
"Data sementara yang kami himpun menunjukkan ada 1.313 warga yang mengungsi. Lokasi pengungsian terkonsentrasi di delapan desa, dengan jumlah terbanyak berada di Desa Terong sebanyak 621 jiwa dan Desa Lamahala Jaya sebanyak 544 jiwa," ujar Maria dalam keterangannya, Sabtu (11/4).
Baca Juga: Ratusan Rumah Rusak Pasca Gempa di Adonara Timur, Kapolres Flores Timur dan Polwan Turun ke Lokasi Gempa yang terjadi pada Rabu (8/4/2026) malam sekitar pukul 23:17 WITA tersebut berpusat di laut, 21 kilometer Tenggara Larantuka dengan kedalaman dangkal 5 kilometer.
Maria menjelaskan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 257 unit bangunan, yang terdiri dari rumah warga dan fasilitas umum (fasum), mengalami kerusakan.
"Untuk korban jiwa nihil (MD=0). Namun, terdapat 18 orang yang mengalami luka ringan (LR) dan sudah mendapatkan penanganan medis. Tim di lapangan terus melakukan validasi terkait tingkat kerusakan bangunan," tambahnya.
BPBD
Flores Timur bergerak cepat dengan mendistribusikan berbagai kebutuhan mendesak ke lokasi-kasus pengungsian.
Maria merinci bahwa bantuan yang telah disalurkan meliputi perlengkapan tidur hingga kebutuhan sanitasi.
"Kami telah mendistribusikan 200 unit kasur lipat, 400 selimut, serta 200 paket hygiene kit. Selain itu, beras sebanyak 200 karung ukuran 5 kg dan 200 botol minyak kayu putih juga sudah dikirimkan untuk membantu warga, terutama lansia dan anak-anak," jelas Maria.
Baca Juga: Dampak Gempa di Flores Timur, Enam Warga Terluka Dan Ratusan Rumah Warga Rusak Adapun rincian logistik yang telah didistribusikan antara lain kasur lipat dan matras 400 Pcs, selimut 400 Pcs, terpal (berbagai ukuran) 20 Pcs, beras 200 karung, tenda pengungsi dan keluarga: 14 unit.
Meskipun bantuan mulai mengalir, Maria menekankan bahwa para pengungsi masih sangat membutuhkan pasokan air bersih, perlengkapan bayi dan balita (popok), serta perlengkapan mandi.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait agar distribusi logistik tepat sasaran. Kami juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, mengingat gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif," tutupnya.
Data Pengungsian Per Desa:
Desa Terong: 621 Jiwa (147 KRT)
Desa Lamahala Jaya: 544 Jiwa (104 KRT)
Baca Juga: Flores Timur Diguncang Gempa Bumi, Puluhan Rumah di Dua Desa Rusak
Desa Moton Wutun: 55 Jiwa (10 KRT)
Desa Watobuku: 32 Jiwa (8 KRT)
Desa Dawa Ta'a: 31 Jiwa (6 KRT)
Kel. Waiwerang Kota: 18 Jiwa (7 KRT)
Desa Ipi Ebang: 8 Jiwa (2 KRT)
Desa Karing Lamalouk: 4 Jiwa (1 KRT)
Baca Juga: Dua Pengedar Narkoba di Flores Timur Positif Pakai Ganja