digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Senin, 13 April 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah. Kurs rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.040 hingga Rp17.200 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebut tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat di awal pekan ini.
Ia menilai rupiah berpotensi sulit keluar dari level Rp17.000 per dolar AS dalam waktu dekat.
Sentimen Geopolitik Tekan Rupiah
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.140 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar Tekanan terhadap rupiah salah satunya berasal dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara besar memicu kekhawatiran pasar global.
Situasi semakin memanas setelah muncul laporan terkait pengiriman persenjataan dari China ke Iran yang memicu reaksi keras dari Donald Trump.
Selain itu, risiko penutupan Selat Hormuz juga menjadi perhatian utama. Jalur ini merupakan salah satu rute vital distribusi minyak dunia.
Jika gangguan terjadi, harga minyak mentah jenis WTI diperkirakan bisa melonjak hingga US$108 per barel.
Dampak Kenaikan Harga Minyak dan Inflasi Global
Lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan inflasi global. Kondisi ini dapat mendorong bank sentral dunia untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS Hari Ini, Sentimen Global Masih Bayangi Akibatnya, mata uang negara berkembang seperti rupiah menjadi semakin tertekan.
Dalam situasi ketidakpastian global, investor cenderung beralih ke aset aman seperti dolar AS dan emas.
Kebijakan The Fed Jadi Sorotan
Pasar juga mencermati arah kebijakan dari Federal Reserve di tengah transisi kepemimpinan.
Muncul spekulasi bahwa Kevin Warsh berpotensi ditunjuk untuk memimpin bank sentral AS.
Kondisi ini memunculkan ekspektasi adanya kebijakan suku bunga yang lebih selaras dengan pemerintah AS. Namun, ketidakpastian masih tinggi karena faktor geopolitik belum mereda.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.140 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar Dolar AS Menguat, Rupiah TertekanSecara teknikal, indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam rentang 97 hingga 101. Penguatan dolar ini menjadi sentimen negatif bagi rupiah.
Arus keluar modal asing atau capital outflow juga berpotensi meningkat, seiring investor global yang mencari aset lebih aman.
Dengan kombinasi tekanan geopolitik, kenaikan harga minyak, dan ketidakpastian kebijakan moneter AS, rupiah diperkirakan masih berada dalam tren melemah.
Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.
Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS Hari Ini, Sentimen Global Masih Bayangi