Pergi Dari Rumah Tanpa Pamit, Lansia di Belu Ditemukan Meninggal Dalam Hutan

Imanuel Lodja - Senin, 13 April 2026 11:16 WIB
ist
Aparat kepolisian mengevakuasi jenazah Lansia yang ditemukan meninggal di kali dalam kawasan hutan

digtara.com -Nikanor Neolaka (76), warga asal dusun Kidaluktetuk, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (11/4/2026).

Korban ditemukan di kali mati dalam kawasan hutan Dusun Baulenu, Desa Manleten, kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Nikanor Neolaka ditemukan dalam posisi terlentang.

Andreas Neolaka (50) yang merupakan anak dari korban mengakui kalau sebelum ditemukan meninggal dunia, korban keluar dari rumah tanpa berpamitan kepadanya pada Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Tersangka Kasus Pencabulan Terhadap Anak Diserahkan Polsek Kota Raja ke Kejaksaan

Karena tak kunjung pulang ke rumah, Andreas memberitahukan kepada keluarga yang lain untuk mencari korban di hutan sekitar rumah korban namun tidak ditemukan.

Upaya pencarian membuahkan hasil. Pada Sabtu pagi, korban ditemukan oleh Paulus Mau (66) di kawasan hutan Dusun Baulenu, Desa Manleten, kecamatan Tasifeto Timur.

Usai menemukan jasad korban, Paulus berlari menuju ke arah pemukiman penduduk dan memberitahukan kepada keluarga korban serta Bhabinkamtibmas desa Takirin.

"Korban ditemukan pada Sabtu, 11 April 2026 sekitar pukul 17.00 wita. Paulus Mau yang sedang mengiris tuak (Minuman Lokal) di sekitar hutan Baulenu, menemukan korban di Kali mati dengan posisi terlentang," jelas Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Yusran dalam keterangannya kepada wartawan.

Jarak tempat kejadian perkara dengan rumah korban sekitar kurang lebih tiga kilometer.

"Saat ditemukan, korban dalam kondisi sudah meninggal dunia dan di sekitar TKP ditemukan pula sandal dan topi milik korban yang berada sekitar dua meter dari jasad korban," tambah Kapolsek.

Baca Juga: Pelaku Pencurian Berantai di Manggarai Barat Dibekuk Polisi

Kapolsek Tasifeto Timur bersama anggota dan unit identifikasi Sat Reskrim Polres Belu langsung mengamankan dan melakukan olah TKP.

Polisi juga mengevakuasi jasad korban ke RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh dr.Salvador B. H. W. D., diperkirakan korban sudah meninggal kurang lebih 24 jam.

Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun terdapat lebam mayat serta luka lecet di bagian wajah, tangan, dan kaki korban.


"Luka lecet tersebut bukan penyebab kematian korban," tambah Kapolsek.

Kapolsek Tasifeto Timur mengungkapkan, korban yang memiliki riwayat hipertensi dan diketahui sering mengkonsumsi laru/ minuman lokal.

Diduga korban meninggal dunia karena terseret arus banjir karena saat itu wilayah desa Manleten dilanda hujan lebat pada sehingga dimungkinkan korban terbawa arus banjir.

"Penyebab kematian korban diduga disebabkan karena tenggelam sesuai hasil pemeriksaan oleh dokter ditemukan adanya air pada mulut korban dan ini juga dikuatkan dengan lokasi TKP yang berada di sungai atau kali. Korban kemungkinan terseret arus banjir dan tenggelam saat terjadi hujan lebat pada hari Jumat," urai Kapolsek.

Baca Juga: Tersangka Kasus Pencabulan Terhadap Anak Diserahkan Polsek Kota Raja ke Kejaksaan

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah.

"Dari keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi dan tidak menuntut untuk proses lanjut. Dan itu dipastikan mereka dengan membuat surat pernyataan penolakkan otopsi mayat yang ditandatangani oleh pihak keluarga," ungkap Kapolsek.

Keluarga mengatakan menerima dengan ikhlas kepergian korban sebagai musibah. Saat ini jenazah sudah disemayamkan di rumah duka.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Dapur MBG di NTT hanya dibolehkan Pakai LPG 50 Kilogram

Nusantara

Tersangka Kasus Pencabulan Terhadap Anak Diserahkan Polsek Kota Raja ke Kejaksaan

Nusantara

Pelaku Pencurian Berantai di Manggarai Barat Dibekuk Polisi

Nusantara

Operasional SPBU di Rote Ndao Terbatas dan Sempat Lumpuh

Nusantara

Waktu Pengisian BBM Di SPBU Rote Ndao Dibatasi, Antrian Kendaraan Mengular

Nusantara

Mesin Kapal KMP Putra Lelaona Rusak Saat Berlayar, KP Timor 3016 Bantu Evakuasi Puluhan Peziarah