digtara.com - Warga Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban gempa masih bertahan dalam pengungsian dan membutuhkan bantuan mendesak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Flores Timur menyebut kebutuhan mendesak ini sangat dibutuhkan terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan balita hingga ibu hamil dan menyusui.
BPBD merilis daftar ini pada Minggu (11/4/2026), pasca gempa bumi bermagnitudo 4,7 yang mengguncang Flores Timur sejak Rabu (8/4/2026) malam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty AC Nebo Tukan, pengungsi di Pulau Adonara mencapai 1.313 jiwa termasuk bayi, ibu, lansia hingga difabel.
Baca Juga: Ratusan Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Pasca Gempa Flores Timur, 403 KK Berdampak Untuk itu kelompok rentan menjadi fokus utama dalam penanganan darurat BPBD
Flores TimurGempa yang terjadi secara beruntun ini berdampak pada tujuh desa di Pulau Adonara.
Desa Terong tercatat dengan korban terbanyak mencapai 612 jiwa diantaranya empat bayi dan 22 balita, 5 ibu hamil dan delapan ibu menyusui, 50 orang lansia, dan tujuh orang difabel.
Sementara di Desa Lamahala Jaya hingga 544 jiwa terdampak termasuk 34 balita yang kini berada di pengungsian. Kelompok rentan lainnya ialah 34 balita, seorang ibu hamil, 23 lansia, juga enam difabel.
"Mereka terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi layak huni," ujarnya.
Kondisi di pengungsian masih serba terbatas. BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi untuk menunjang kehidupan para pengungsi, terutama anak-anak dan bayi.
Baca Juga: Ribuan Warga Mengungsi Pasca Gempa M4.7 Flores Timur Beberapa kebutuhan utama antara lain tenda pengungsi dan tenda keluarga, makanan tambahan untuk bayi dan balita.
Kids ware, popok dewasa dan perlengkapan bayi, selimut, kasur lipat, dan tikar.
Kemudian bahan pokok seperti beras, air bersih, dan paket sembako. Hygiene kit seperti sabun, perlengkapan mandi dan cuci, serta pembalut, kursi roda dan tandu.
Sementara BPBD
Flores Timur sudah ada bantuan ke wilayah terdampak, terutama Desa Lamahala Jaya dan Desa Terong bersama TNI/Polri dan instansi terkait yang sudah didistribusikan.
Logistik sudah mulai didistribusikan ialah 400 pcs selimut, 200 pcs tikar, 800 pcs kasur lipat, juga 200 unit tenda keluarga dan 2 unit tenda pengungsi, 14 buah senter.
Baca Juga: Ratusan Rumah Rusak Pasca Gempa di Adonara Timur, Kapolres Flores Timur dan Polwan Turun ke Lokasi
BPBD Flotim juga telah menyalurkan 200 paket higiene kit, 200 karung beras ukuran lima kilogram dan 200 botol minyak kayu putih per 11 April 2026.
"Kami terus evaluasi ini karena jumlah pengungsi cukup banyak," kata Maria Goretty.
Gempa di Flores Timur sendiri dipicu aktivitas sesar aktif ini menyebabkan kerusakan cukup masif hingga merusak 312 rumah warga dan 11 fasilitas umum, seperti tempat ibadah, SPBU dan sekolah.
"Gempa yang terjadi beruntun ini menyebabkan warga juga trauma," katanya lagi.
Baca Juga: Ratusan Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Pasca Gempa Flores Timur, 403 KK Berdampak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mencatat terjadinya
gempa berkekuatan magnitudo 2,6.
Gempa ini terjadi pada pukul 15.18 WIB dengan lokasi di koordinat 8,45 Lintang Selatan dan 123,15 Bujur Timur.
Episenter gempa berada sekitar 25 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman dangkal, yakni 3 kilometer.
BMKG menyebut informasi ini masih bersifat sementara dan mengutamakan kecepatan, sehingga data dapat berubah seiring pembaruan hasil analisis.