digtara.com -Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Kombes Pol Dr. Nova Irone Surentu bersama jajaran menggelar pertemuan strategis bersama istri gubernur NTT, Asti Laka Lena yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT.
Pertemuan pada Rabu (15/4/2026) juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan untuk memperkuat penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan yang berlangsung di rumah jabatan Gubernur NTT dihadiri jajaran Direktorat PPA dan PPO Polda NTT, staf DP3AP2KB Provinsi NTT, serta UPTD PPA Provinsi NTT.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu krusial, khususnya maraknya kasus kekerasan seksual serta TPPO yang melibatkan perempuan dan anak di wilayah NTT.
Baca Juga: Tikam Rekannya di Belu, Tiga Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polda NTT di Kupang Direktur Reserse PPA dan PPO
Polda NTT, Kombes Pol Dr. Nova Irone Surentu, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kalau pihaknya bersama istri gubernur selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT dan stakeholder terkait membahas langkah-langkah konkret dalam penanganan kasus kekerasan seksual dan TPPO.
"Termasuk pencegahan melalui edukasi serta penguatan koordinasi lintas sektor," jelasnya pada Rabu malam.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah penggunaan aplikasi digital seperti MiChat yang dinilai kerap disalahgunakan sebagai sarana praktik TPPO.
Oleh karena itu, diperlukan langkah serius, termasuk usulan pemblokiran aplikasi tersebut serta edukasi penggunaan teknologi kepada anak-anak dan orang tua.
Direktur Res PPA dan PPO juga mendorong kerjasama antara pemerintah, pihak sekolah, dan komite sekolah dalam memberikan pemahaman kepada siswa maupun orang tua terkait penggunaan gawai secara bijak.
"Kami sarankan agar edukasi tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga orang tua, sehingga ada kesepahaman bersama dalam pengawasan penggunaan handphone oleh anak," tambahnya.
Baca Juga: Menyeberang Lautan, Kapolres Rote Ndao Antar Bantuan Kapolda NTT ke Landu Leko dari Rumah ke Rumah Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana pelaksanaan forum diskusi melalui zoom yang melibatkan kepala sekolah, komite, aparat hukum, dan kepolisian, guna mencari solusi bersama atas permasalahan TPPO dan kekerasan terhadap anak di NTT.
Kombes Nova juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis, termasuk rumah sakit Kepolisian dan RS Jiwa Naimata, dalam pelaksanaan visum psikiatrikum bagi korban.
Pihaknya juga minta dukungan Pemerintah Provinsi NTT untuk melakukan pengawasan terhadap tempat hiburan malam yang mempekerjakan perempuan, khususnya terkait kelengkapan dokumen identitas dan perizinan.
Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas perkembangan penanganan kasus TPPO di salah satu tempat hiburan di Kabupaten Sikka yang saat ini masih dalam tahap penyidikan lanjutan.
Ny Asti Laka Lena mendorong agar kepolisian terus memperkuat kerjasama dengan instansi terkait dalam menangani kasus TPPO secara komprehensif.
Di akhir pertemuan, Direktur Res PPA dan PPO juga memperkenalkan program unggulan "Polwan Mengajar", yang bertujuan memberikan edukasi hukum sejak dini kepada pelajar.
Juga soal keberadaan "Rumah Bahagia", sebagai tempat terapi psikologis bagi korban maupun masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
Baca Juga: Tikam Rekannya di Belu, Tiga Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polda NTT di Kupang Diharapkan pertemuan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi penanganan masalah perempuan dan anak di Provinsi NTT.