digtara.com -Sejumlah pelajar di Kota Medan, Sumatera Utara, terpaksa mempertaruhkan nyawa demi bisa berangkat ke sekolah. Mereka nekat melintasi pipa air sempit yang membentang di atas Sungai Deli karena tidak adanya jembatan penghubung yang layak.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan
Medan Maimun. Pipa air berbahan besi yang licin dan sempit tersebut kini menjadi akses alternatif tercepat bagi warga, termasuk
pelajar, untuk menuju wilayah seberang.
Kondisi ini memicu keprihatinan karena jalur yang digunakan sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus menjaga keseimbangan di atas pipa demi bisa sampai ke tujuan.
Jembatan Lama Sudah Lama Ambruk
Baca Juga: PSMS Medan Targetkan Kemenangan di Markas Garudayaksa FC, Siap Curi Poin di Stadion Pakansari Kepala Lingkungan 21 Kelurahan Kampung Baru, Lestari, mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat jembatan besi peninggalan zaman kolonial yang digunakan warga untuk melintas.
Namun, seiring usia yang sudah tua, jembatan tersebut akhirnya rusak dan tidak bisa digunakan lagi sejak beberapa tahun terakhir.
"Dulu masih bisa dilalui pejalan kaki, bahkan sepeda motor bisa didorong. Tapi karena sudah sangat tua, akhirnya ambruk dan tidak layak digunakan," jelasnya.
Sejak tahun 2024, akses tersebut benar-benar terputus dan belum ada pengganti yang memadai. Akibatnya, warga dan
pelajar terpaksa menggunakan pipa air sebagai jalur alternatif.
Akses Cepat Jadi Alasan Pelajar Nekat
Meski berisiko tinggi, sebagian pelajar tetap memilih melintasi pipa air karena dianggap sebagai jalur tercepat menuju sekolah.
Baca Juga: Pemko Medan Dorong Pelestarian Budaya Melayu agar Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku Selain faktor jarak, keterbatasan biaya transportasi juga menjadi alasan mereka mengambil risiko tersebut setiap hari.
"Kalau mutar jauh. Kami orang Polonia, sekolah di Kampung Baru, sudah biasa lewat sini," ujar Ivan, salah satu pelajar SMP di lokasi.
Pemerintah setempat sebenarnya telah memasang pembatas dan larangan agar warga tidak melintasi jalur berbahaya tersebut. Namun, upaya itu belum sepenuhnya efektif.
Warga Desak Pembangunan Jembatan BaruKondisi ini membuat warga berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan penghubung yang aman dan layak.
Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan beberapa wilayah, termasuk Kampung Baru dengan kawasan Johor dan Polonia.
Baca Juga: Pelajar Pengedar Ganja Diamankan Polisi di Pelabuhan Larantuka
Selain menghambat aktivitas sehari-hari, kondisi ini juga dinilai membahayakan keselamatan
pelajar yang harus berjuang demi mendapatkan pendidikan.
Warga menilai pembangunan jembatan menjadi solusi mendesak agar tidak ada lagi pelajar yang harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk pergi ke sekolah.