digtara.com -Keheningan dini hari di Bandara Internasional Kualanamu pecah oleh lantunan doa dan suasana haru saat rombongan perdana jamaah haji Sumatera Utara resmi diberangkatkan.
Tepat pukul 03.05 WIB, pesawat milik Garuda Indonesia lepas landas membawa 360 jamaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 menuju Madinah.
Jamaah yang berasal dari Medan dan Binjai tersebut menjadi rombongan pertama yang membuka musim haji 2026 dari embarkasi Sumatera Utara.
Layanan Lebih Nyaman untuk Jamaah
Baca Juga: Bandara Kualanamu Siap Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Diproyeksi Layani 443 Ribu Penumpang Keberangkatan tahun ini terasa berbeda karena adanya peningkatan layanan yang lebih ramah bagi jamaah, khususnya lansia. Seluruh jamaah diberangkatkan melalui terminal internasional dan menggunakan fasilitas garbarata, sehingga tidak perlu lagi melewati jalur kargo seperti sebelumnya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan jamaah sejak awal keberangkatan.
"Kami ingin memastikan jamaah merasa nyaman sejak pertama berangkat. Penggunaan garbarata ini penting untuk meminimalisir risiko, terutama bagi jamaah lanjut usia," ujarnya saat pelepasan di Deli Serdang.
Transformasi Layanan Haji 2026
Keberangkatan Kloter 1 ini juga menjadi bagian dari misi besar Garuda Indonesia dalam musim haji 2026. Maskapai tersebut dijadwalkan menerbangkan lebih dari 100 ribu jamaah dari seluruh Indonesia yang terbagi dalam 276 kelompok terbang.
Baca Juga: Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat 10% Jelang Nataru 2025 Khusus untuk Sumatera Utara, total jamaah yang akan diberangkatkan mencapai 5.922 orang dan akan terbang secara bertahap dalam beberapa kloter ke Tanah Suci.
Peningkatan layanan yang lebih humanis menjadi fokus utama pemerintah tahun ini, dengan harapan dapat memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan khusyuk bagi seluruh jamaah.
Harapan Perjalanan Lancar dan Mabrur
Bagi para jamaah, keberangkatan ini menjadi momen yang telah dinantikan setelah melalui masa tunggu yang panjang. Fasilitas yang lebih baik diharapkan dapat menjaga kondisi fisik jamaah selama perjalanan menuju Tanah Suci.
Zulkifli berharap seluruh jamaah dapat menjalani ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
"Fokus utama kami adalah keamanan dan kekhusyukan. Semoga perjalanan ini menjadi awal yang baik bagi jamaah dalam menunaikan ibadah haji," tutupnya.
Baca Juga: Bandara Kualanamu Siap Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Diproyeksi Layani 443 Ribu Penumpang
Sebagai salah satu embarkasi utama di Indonesia, Sumatera Utara berperan penting dalam pemberangkatan
jamaah haji, sejajar dengan wilayah lain seperti Jakarta dan Makassar dalam melayani keberangkatan menuju Baitullah.