digtara.com -NN (61), warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) nyaris kehilangan nyawa. Ia diserang buaya saat mandi di laut di pesisir Pantai Nagamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka pada Kamis (23/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WITA, saat aktivitas warga di pesisir perlahan berkurang.
Sebelumnya, korban sempat berpamitan kepada istrinya, Bernadeta Bona (47), untuk pergi mandi laut—sebuah rutinitas yang lazim dilakukan warga pesisir.
Namun, sekitar satu jam kemudian, korban kembali dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya berlumuran darah.
Baca Juga: Kapal Terombang-ambing di Perairan Sikka, Tim SAR Gabungan Selamatkan Kru KM Putra Cantika Dengan nafas tersengal dan luka serius akibat gigitan, ia menceritakan detik-detik mengerikan yang baru saja dialaminya.
Menurut pengakuan korban kepada keluarga dan warga lainnya, saat sedang mandi, seekor buaya tiba-tiba muncul dari permukaan air dan langsung menyerangnya. Tanpa peringatan, reptil buas tersebut menggigit tubuh korban.
Dalam kondisi panik dan kesakitan, korban berjuang melepaskan diri dari cengkeraman maut itu.
Upaya bertahan hidupnya berhasil—ia mampu lolos dan bergegas kembali ke rumah untuk meminta pertolongan.
Melihat kondisi korban yang kritis, keluarga bersama warga segera membawanya ke Puskesmas Watubaing.
Disana, korban langsung mendapatkan penanganan medis oleh dr. Servasius Swaldus Situ bersama tenaga kesehatan setempat.
Baca Juga: Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka serius sehingga harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Kewapante, Kabupaten
Sikka guna mengantisipasi risiko infeksi dan pendarahan lebih lanjut.
Pihak kepolisian dari Sub Sektor Nebe yang menerima laporan warga segera melakukan langkah cepat dengan mendatangi fasilitas kesehatan, memastikan kondisi korban, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk Petrus Amerson (21) dan Rodesta Nurak (19).
Meski demikian, upaya menuju lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) terkendala kondisi gelap di sekitar pesisir, sehingga penanganan di lapangan mengalami kendala.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ini bukan kali pertama insiden serangan buaya terjadi di kawasan tersebut.
Sedikitnya, dua kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, menandakan adanya potensi ancaman serius bagi warga yang beraktivitas di pesisir Pantai Nangamerah.
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno membenarkan adanya peristiwa warga digigit buaya di wilayah Kabupaten Sikka.
Baca Juga: Kapal Terombang-ambing di Perairan Sikka, Tim SAR Gabungan Selamatkan Kru KM Putra Cantika Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat setempat untuk lebih waspada, terutama saat beraktivitas di laut pada waktu-waktu rawan seperti sore hingga malam hari.
"Patuhi larangan dan himbauan yang diberikan oleh petugas agar tidak menjadi musibah untuk warga," pesan Kapolres Sikka.
Keberadaan buaya di wilayah pesisir yang kerap bersinggungan dengan aktivitas manusia kini menjadi ancaman nyata yang tidak bisa diabaikan.
Hingga kini, korban masih dalam penanganan medis lanjutan dan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.