digtara.com -Wilayah Kabupaten Malaka, NTT dilanda hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu (25/4/2026).
Hal ini menyebabkan sejumlah titik rawan genangan dan
banjir serta terendam air hujan.
Meski situasi masih terpantau aman dam terkendali, namun genangan air melanda beberapa wilayah.
Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar yang dikonfirmasi menjelaskan kalau pihaknya langsung melakukan monitoring
Baca Juga: Banjir Bandang Tapanuli Utara 24 April 2026, 4 Rumah Hanyut dan 18 Rusak Berat Monitoring dilakukan oleh seluruh Polsek jajaran guna memastikan kondisi wilayah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Kami mengerahkan personel di masing-masing wilayah untuk melakukan pemantauan langsung terhadap dampak curah hujan yang tinggi. Tujuannya agar situasi tetap terkendali dan masyarakat bisa segera mendapatkan bantuan jika dibutuhkan," ujar Kapolres pada Minggu (26/4/2026) malam.
Di wilayah Polsek Malaka Tengah, genangan air terjadi di sejumlah titik seperti badan jalan, area pasar, dan pemukiman warga.
Beberapa desa terdampak di antaranya Desa Wehali (Dusun Bakateuk), Bereliku, Naimana, Fahiluka, dan Umakatahan, dengan ketinggian air rata-rata mencapai sekitar 40 centimeter.
Genangan ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta sistem drainase yang belum mampu menampung debit air.
Sementara itu, di wilayah Polsek Malaka Barat, kondisi serupa juga terjadi.
Baca Juga: Larantuka-Flores Timur Diguncang Gempa Bumi Tektonik Beruntun Genangan air tidak hanya menggenangi pemukiman warga dan jalan raya, tetapi juga area sekolah.
Selain itu, dilaporkan ada pohon tumbang di Desa Rabasa Haerain yang langsung ditangani oleh aparat kepolisian bersama pemerintah desa setempat.
Ketinggian air di sejumlah desa seperti Oanmane, Sikun, Fafoe, Umalor, Raimataus, Besikama, Maktihan, Naas, dan Motaulun rata-rata mencapai 30 centimeter.
Di wilayah Polsek Weliman, genangan air dengan ketinggian cukup signifikan terjadi di Desa Farukmodok dan Desa Wederok, dengan ketinggian mencapai 50 hingga 80 centimeter.
Meski demikian, aliran sungai Benenain yang sempat mengalami peningkatan debit air masih terpantau dalam kondisi normal dan aman.
Baca Juga: Terlibat Judi, Anggota Polres Malaka Di-Patsus
Sementara di wilayah Polsek Wewiku, genangan air dilaporkan terjadi di Dusun Laensukaer, Desa Seserai, dengan ketinggian air sekitar 30 centimeter akibat hujan yang turun secara terus-menerus.
Kapolres
Malaka menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi
banjir kiriman dari sungai Benenain.
Genangan yang terjadi diperkirakan murni akibat tingginya curah hujan lokal.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama jika intensitas hujan terus meningkat. Segera laporkan kepada aparat terdekat apabila terjadi kondisi darurat," tambah AKBP Riki Ganjar Gumilar.
Baca Juga: Banjir Bandang Tapanuli Utara 24 April 2026, 4 Rumah Hanyut dan 18 Rusak Berat Polres
Malaka juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan.
Dengan langkah sigap tersebut, diharapkan situasi kamtibmas tetap kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.