digtara.com -Puluhan peserta penerimaan seleksi terpadu Polri tahun 2026 di Panitia Daerah (Panda) Polda NTT untuk jalur taruna/i Akademi Kepolisian (Akpol) mengikuti tahapan berikutnya.
Sabtu (25/4/2026), 55 Catar
Akpol mengikuti tes psikologi. Mereka terdiri dari 49 orang pria dan enam orang wanita.
Tes psikologi CAT dilakukan di SMAN 3 Kupang dipantau Ketua tim (Katim) Psikologi, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution.
Pelaksanaan ujian juga diawasi oleh pengawas eksternal dan HIMPSI Kupang serta pengawas internal dari Bid Propam dan Itwasda Polda NTT.
Baca Juga: Dilatih Polres Rote Ndao Selama Dua Pekan, Puluhan Satpam Siap Bekerja Dari proses ujian ini, sebanyak 45 orang memenuhi syarat karena memperoleh nilai ujian diatas 61. Mereka terdiri dari 41 orang peserta pria dan empat orang peserta wanita.
Sementara 10 orang tidak memenuhi syarat karena mendapatkan nilai dibawah 61 terdiri dari delapan orang pria dan dua orang wanita.
Peserta yang tidak memenuhi syarat langsung mendapatkan konseling dari tim psikologi dari bagian psikologi Biro SDM Polda NTT.
Peserta yang memenuhi syarat ujian psikologi selanjutnya mempersiapkan diri mengikuti tahapan selanjutnya yakni ujian akademik dengan sistem CAT pada pekan depan.
Sebelumnya ada 83 peserta seleksi Catar Akpol Panitia Daerah (Panda) Polda NTT mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap I, Kamis (9/4/2026).
Pemeriksaan kesehatan I ini dipusatkan di gedung Cempaka dan Hemodialisa rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
Baca Juga: Polsek Kota Lama Limpahkan Tersangka Kasus Pengancaman ke JPU Pemeriksaan mencakup pemeriksaan fisik, tinggi dan berat badan, THT, gigi, visus mata, tekanan darah dan denyut nadi serta tes buta warna.
Dari 83 peserta, dua orang peserta pria tidak hadir karena mengundurkan diri. Tersisa hanya 81 peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan I terdiri dari 70 orang peserta pria dan 11 orang peserta wanita.
Dari hasil pemeriksaan, 28 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan terdiri dari 23 orang pria (termasuk dua orang peserta tidak hadir) dan lima orang peserta wanita.
Tersisa 55 orang peserta yang memenuhi syarat pemeriksaan kesehatan terdiri dari 49 orang peserta pria dan enam orang peserta wanita.
55 orang peserta ini akan mengikuti tahapan selanjutnya yakni ujian CAT psikologi pada akhir bulan April mendatang.
Wakapolda NTT, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo memantau langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tahap I seleksi Catar Akpol.
Baca Juga: Dilatih Polres Rote Ndao Selama Dua Pekan, Puluhan Satpam Siap Bekerja Wakapolda NTT didampingi Kabid Dokkes
Polda NTT, AKBP dr. Herry Purwanto dan Kabid Humas
Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra serta Kasubbid Paminal Bid Propam
Polda NTT.
Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo juga menyempatkan diri berdialog dengan para peserta. Ia memberikan motivasi agar seluruh calon taruna tetap percaya diri, menjaga kesehatan, dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan kemampuan sendiri.
Wakapolda NTT menaruh perhatian serius terhadap pelaksanaan seleksi penerimaan anggota Polri agar berlangsung bersih dan bebas dari praktik kecurangan.
Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo mengingatkan seluruh panitia agar bekerja secara jujur, profesional dan berpedoman pada prinsip BeTAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.
"Tidak boleh ada permainan ataupun penyimpangan dalam proses seleksi," ujar Wakapolda NTT.
Baca Juga: Polsek Kota Lama Limpahkan Tersangka Kasus Pengancaman ke JPU
Wakapolda juga menegaskan kepada seluruh panitia untuk menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku dan tidak memberi ruang sedikitpun terhadap praktik titipan maupun intervensi.
"Panitia jangan main-main. Kerja harus sesuai aturan dan jangan sampai ada kecurangan dalam proses seleksi. Semua peserta harus mendapatkan kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil yang diperoleh," tegas Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo.
Kabid Humas Polda NTT menyebutkan kalau pengawasan langsung yang dilakukan pimpinan Polda NTT merupakan bentuk komitmen institusi untuk menghasilkan calon Taruna Akpol yang benar-benar berkualitas, sehat jasmani, serta memiliki integritas.
Seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan tahap I diawasi pengawas eksternal dan pengawas internal dari Bid Propam Polda NTT dan Itwasda Polda NTT.
Baca Juga: Dilatih Polres Rote Ndao Selama Dua Pekan, Puluhan Satpam Siap Bekerja
Hasil pemeriksaan kesehatan langsung diumumkan karena proses seleksi menerapkan sistem one day service.
Bagi peserta yang tidak memenuhi syarat kesehatan diberikan catatan yang menerangkan alasan medis.
Mereka pun langsung berkonsultasi dengan dokter tentang alasan tidak memenuhi syarat kesehatan serta pendampingan psikologi dari anggota Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT.
Para peserta pun diberikan akses secara bebas untuk menyampaikan keluhan dan catatan terkait pelaksanaan seleksi melalui barcode resmi baik oleh sekretariat dari Biro SDM
Polda NTT maupun oleh Bid Propam
Polda NTT.
Sejumlah peserta dan orang tua menyatakan puas dengan sistem pemeriksaan kesehatan karena dilakukan secara transparan dan hasilnya langsung diumumkan.
"Walaupun menunggu (hasil) sampai malam tapi kami puas karena bisa langsung mengetahui hasil seleksi dan panitia juga menyampaikan alasan kepada peserta yang tidak lulus pemeriksaan kesehatan sehingga peserta dan orang tua bisa mengetahui secara pasti," ujar Donatus (45), salah satu orang tua peserta seleksi.