digtara.com -Seorang lurah berinisial HH dari Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah diamankan polisi setelah terlibat keributan di kantor camat.
Keributan tersebut melibatkan Ketua DPRD
Tapanuli Tengah, Ahmad Rivai Sibarani, serta sejumlah warga yang berada di lokasi.
Kapolres Tapteng, Alan Haikel, mengatakan pihaknya langsung membawa yang bersangkutan ke kantor polisi untuk menghindari situasi yang semakin memanas.
"Awalnya ribut-ribut, sehingga yang bersangkutan dibawa ke Polres Tapteng," ujarnya, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: 141 Personel Ditpolairud Polda NTT Gelar Tes Urine Massal Warga Desak Tes Urine terhadap LurahSetibanya di kantor polisi, sejumlah warga yang ikut mengawal kasus tersebut mendesak agar HH menjalani tes urine.
Desakan itu muncul karena sikap HH dinilai arogan saat terjadi keributan di kantor camat.
"Masyarakat menuntut untuk mengecek urine HH saat diamankan di
Polres Tapteng," kata Alan.
Pingsan Saat Akan Diperiksa
Namun, saat proses pemeriksaan akan dilakukan, kondisi HH justru menurun. Ia disebut tidak mampu mengeluarkan urine saat diminta petugas.
Baca Juga: Seluruh Kapolres di Polda NTT Jalani Tes Urine Tak lama kemudian, HH mendadak pingsan sehingga proses pemeriksaan tidak dapat dilanjutkan.
"Saat akan dicek urine, yang bersangkutan tidak bisa buang air kecil, lalu jatuh sakit," jelasnya.
Dibawa ke Rumah Sakit untuk Penanganan
Melihat kondisi tersebut, petugas langsung membawa HH ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut terkait kondisi kesehatan HH maupun hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak kepolisian.
Kasus keributan ini masih dalam penanganan aparat, sementara situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali kondusif.
Baca Juga: Cegah Konsumsi Narkoba, Ratusan Anggota Polres Ende Ikut Tes Urine