digtara.com -Trezia Kolo (40), ibu rumah tangga yang juga warga Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tenggelam dalam Cekdam di Kilometer 9, Desa Oetalus, Kefamenanu, Kabupaten TTU.
Saat ditemukan pada Minggu (3/5/2026) petang, korban dalam keadaan meninggal dunia.
Adam Sanak (12) saat itu hendak pulang sehabis bermain di hutan dekat Cekdam.
Adam berpapasan dengan korban yang sudah berteriak-teriak dan marah-marah sambil menuju ke arah Cekdam dan memukul-mukul air di cekdam.
Baca Juga: IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang Adam kemudian menegur korban agar tidak masuk ke dalam air namun korban tetap marah dan memaki Adam. Adam pun pergi meninggalkan korban.
Warga lain Egelbertus Tuames (30) juga melihat korban masuk di pinggir air sambil berteriak dan memukul air.
Ia sempat menegur korban dan menyuruhnya untuk keluar dari dalam air karena saat itu Egelbertus sedang memancing.
Walau dijelaskan kalau aktivitas korban bisa menganggu orang yang memancing, namun korban tidak mau keluar dari cekdam.
Karena jaraknya sekitar 200 meter maka Egelbertus hanya berteriak untuk menyuruh korban keluar dari air.
Selang beberapa menit kemudian Egelbertus tidak lagi melihat korban sehingga ia langsung menghubungi polisi untuk melaporkan kejadian tersebut.
Baca Juga: KM Tanjung Harapan 03 Tenggelam di Perairan Larantuka-Tobilota Flores Timur Perwira pengawas Polres TTU, Iptu Mateus Neno dan Pamapta Ipda Primus Tan juga sempat menghubungi Basarnas Kabupaten TTU.
Polisi ke lokasi untuk melakukan pencarian korban seadanya namun korban belum ditemukan.
Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Kefamenanu berjumlah lima orang menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan Polres TTU, dan BPBD Kabupaten TTU.
Tim SAR Gabungan kemudian langsung melaksanakan pencarian dan penyelaman di sekitar area cekdam.
Baca Juga: Tidur Pulas, IRT di Kupang Nyaris Diperkosa Pemuda Mabuk Miras
Sekitar jam 16:15 wita Tim SAR gabungan Sberhasil menemukan korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Kefamenanu.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai, dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel mengapresiasi kerja keras seluruh tim SAR gabungan yang telah bertindak cepat dan efektif dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Baca Juga: IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang Keluarga dwakili kakak kandung korban, Josep Kolo)m menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi dan proses secara hukum.