digtara.com -Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Vily Rudi Darmoko hadir menyapa personel Ditpolairud dan Bhayangkari, Selasa (5/5/2026).
Momen ini menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan sentuhan humanis melalui arahan hingga
pelatihan terapi psikologis.
Kapolda NTT menyampaikan pesan yang sederhana bahwa kebahagiaan adalah kunci utama dalam bertugas
"Saya ingin anggota Polairud ke depan bisa lebih baik dan lebih bahagia. Jadi anggotanya Rudi Darmoko semuanya wajib harus lebih bahagia," ujarnya.
Baca Juga: Kapolda NTT Beri Penghargaan Bagi Tiga Personil Ditpolairud Berprestasi Ia menekankan setiap persoalan harus diselesaikan dengan baik, karena kesejahteraan mental personel akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolda juga memperkenalkan konsep "Rumah Bahagia" yang telah dibangun di Polda NTT sebagai ruang pemulihan dan penguatan mental bagi anggota.
Selain itu, ia kembali mengingatkan Commander Wish yang menjadi pedoman: berbuat baik untuk diri sendiri, untuk institusi, dan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kapolda mengajak personel dan Bhayangkari berinteraksi melalui kuis ringan.
Pertanyaan seputar Commander Wish memancing antusiasme peserta dan menciptakan keakraban yang jarang terlihat dalam forum formal.
Puncak kegiatan diisi dengan pelatihan terapi USEFT (Universal Spiritual Emotional Freedom Technique), sebuah metode penyembuhan psikologis yang memadukan teknik ketukan pada titik meridian tubuh dengan afirmasi positif.
Baca Juga: Bangun Jembatan Pada Sejumlah Wilayah di NTT, Empat Anggota Brimob Dapat Penghargaan dari Kapolda NTT Pelatihan ini dipandu oleh
Ketua Bhayangkari Daerah NTT bersama praktisi Agus E.H. dan tim.
Para peserta diajak mengenali cara mengelola stres, kecemasan, hingga trauma emosional secara mandiri.
Metode ini dinilai efektif sebagai solusi praktis untuk menjaga kesehatan mental personel yang setiap hari dihadapkan pada tekanan tugas.
Kegiatan ini sebagai refleksi nyata pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.
Dengan perpaduan antara penghargaan, kebersamaan, dan penguatan mental, Polda NTT menunjukkan bahwa membangun institusi yang kuat tidak hanya melalui disiplin dan penegakan hukum, tetapi juga melalui perhatian terhadap kesejahteraan psikologis anggotanya.
Baca Juga: Kapolda NTT Beri Penghargaan Bagi Tiga Personil Ditpolairud Berprestasi Di tengah tantangan tugas yang kompleks, langkah ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Polri yang tidak hanya profesional, tetapi juga penuh empati dan kepedulian.