digtara.com -Seorang warga diduga menjadi korban terkaman buaya di Muara Sungai Hasan Abudenok, Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, NTT akhir pekan lalu.
Korban diketahui bernama J.R.B. (19), seorang nelayan asal Dusun Umakitar, Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 Wita saat korban bersama ayahnya mencari ikan kecil (ipung) di kawasan muara sungai.
Baca Juga: Korban Terkaman Buaya di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia Ayah kandung korban mengaku, saat keduanya sedang mencari ikan, tiba-tiba seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menerkam korban.
Ayah korban berupaya melakukan penyelamatan menggunakan tombak, namun buaya tersebut menyerang balik menggunakan ekornya sebelum akhirnya membawa korban masuk ke dalam perairan muara.
Bhabinkamtibmas Desa Umatoos, Aipda Eduardus Taek segera mendatangi lokasi guna mengecek dan membantu proses penanganan awal.
Baca Juga: Warga Kupang Diterkam Buaya Saat Mandi di Muara
Kasat Samapta Polres Malaka, Iptu Agustinus S. Eban bersama anggota Sat Samapta serta Kapolsek Malaka Barat, Ipda Dony R. Alfatah dan personel piket Polsek Malaka Barat turun ke lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian korban.
Upaya pencarian dilakukan secara terpadu bersama masyarakat, nelayan setempat dan seorang pawang buaya dengan menggunakan dua unit perahu tradisional menyusuri perairan Muara Sungai Hasan Abudenok.
Selain itu, personel kepolisian bersama warga juga melakukan penyisiran di sepanjang pesisir muara.
Baca Juga: Sakit Hati Ibu Dimaki dan Dikasari, Tiga Pemuda di Malaka Bunuh Ayah Kandung
Kapolsek Malaka Barat berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Lasaen guna memperkuat proses pencarian serta memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
Ditengah proses pencarian, personel Polri juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan tindakan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan diri.
Karena kondisi cuaca hujan, minim penerangan, serta air muara yang keruh, pencarian sementara dihentikan pada pukul 22.30 Wita.
Meski demikian, pihak keluarga bersama masyarakat, nelayan, Bhabinkamtibmas Desa Umatoos dan personel Sat Samapta Polres Malaka masih terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi menggunakan sorotan lampu senter guna mengantisipasi munculnya buaya di permukaan air.
Baca Juga: Korban Terkaman Buaya di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir membantu masyarakat dalam penanganan situasi darurat kemanusiaan serta mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar wilayah muara dan sungai yang rawan munculnya buaya.
Hingga Minggu (17/5/2026), korban belum juga ditemukan dan masih dilakukan berbagai upaya.