digtara.com -Kehadiran jembatan Bailey di Kampung Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah membawa harapan baru bagi ribuan warga yang sebelumnya sempat terisolasi akibat putusnya akses utama pascabencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Jembatan tersebut kini kembali menghubungkan lima desa dengan pusat ibu kota kabupaten di Takengon setelah akses lama terputus akibat kerusakan jembatan terdahulu.
Warga Bersyukur Akses Kembali Normal
Tokoh masyarakat Kampung Linge, Abdul Salam, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera serta aparat TNI yang telah membangun jembatan Bailey dalam waktu singkat.
"Kami ucapkan ribuan terima kasih dengan dibangun jembatan ini. Kami sudah bisa melintas kembali," ujar Abdul Salam, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses utama masyarakat dari lima desa menuju Takengon.
Kelima desa tersebut meliputi:
Kampung LingeJamatDelung SekinelKuterejeReje PayungWarga Harapkan Jembatan PermanenAbdul Salam berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen karena kondisi wilayah rawan longsor, terutama saat musim hujan tiba.
"Ini cuma satu-satunya jalan lintas kami ke sana. Tidak ada jalan lain, buntu. Harapan kami selanjutnya supaya segera dibangun jembatan permanen," katanya.
Meski bersifat sementara, keberadaan jembatan Bailey dinilai sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Kini anak-anak kembali dapat bersekolah dengan lancar, sementara warga yang sakit juga lebih mudah mendapatkan akses menuju fasilitas kesehatan.
Warga Ikut Terlibat dalam Pembangunan
Perangkat Desa Linge, Ramidinsah, mengatakan pembangunan jembatan Bailey juga melibatkan partisipasi warga setempat.
Sebelum jembatan Bailey selesai dibangun, masyarakat hanya mengandalkan jembatan darurat hasil gotong royong mandiri untuk menyeberang.
Jembatan Bailey di Sungai Kala Ili sendiri rampung dibangun oleh aparat TNI pada 4 Mei 2026.
"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Akses masyarakat sekarang kembali terkoneksi," ujar Ramidinsah.
Kehadiran jembatan tersebut kini menjadi jalur vital yang menghidupkan kembali mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Aceh Tengah.