digtara.com -Personil Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Polairud Polda NTT mengamankan seorang pria yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) rakitan.
SM alias Sahrul (27), nelayan asal Dusun IV Danu Luli, Desa Akle, Kecamatan Semau, Kabupaten
Kupang, NTT ditangkap di wilayah perairan Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten
Kupang pada Sabtu (23/5/2026).
Sahrul ditangkap oleh personil Subdit Gakkum Ditpolairud polda NTT ketika melaksanakan kegiatan surveilance di sekitar Perairan Desa Akle, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang.
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution menyebutkan personil Siintelair melaksanakan Surveilance di Desa Akle, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang.
Tim juga melakukan pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) terkait aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (Bom Ikan) di sekitar perairan Desa Akle, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang.
Saat itu pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.20 Wita, personil Intelair melihat seorang pria yang membawa keranjang dan dayung kayu menuju perahu.
Baca Juga: Calo Tiket Kapal Pelni di Kupang Kembali Beraksi, Polisi Turun Tangan Damaikan
Polisi lalu melakukan pemeriksaan barang bawaan yang dibawa pria tersebut.
Polisi menemukan adanya tiga buah botol bir bom ikan rakitan beserta 3 tiga buah sumbu pemicu.
Terduga pelaku langsung diamankan menuju Mako Ditpolairud Polda NTT menggunakan RIB Pomana dan KP. Treweng XXII-3002.
Polisi juga mengamankan tiga buah botol bir bom ikan rakitan, sumbu pemicu, sampan warna hijau bersama dayung kayu.
Diamankan pula masker snorkeling, panah ikan, rol senar pancing dan handphone merk Redmi.
"Terduga pelaku Sahrul beserta barang bukti telah dibawa dan diamankan di mako Ditpolairud polda NTT guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Direktur Polairud
Polda NTT.
Berdasarkan hasil interogasi, terduga pelaku melaksanakan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom Ikan) sejak tahun 2025 dan dilaksanakan setiap hari pada saat pagi dan sore.
Polisi masih melakukan pengembangan apakah ada pelaku lain dan pemasok dari bahan bom ikan yang selalu digunakan.