Anakan Biawak Komodo di Manggarai Timur Masuk Ke Rumah Warga, Balai Besar KSDA NTT Turun Tangan

Imanuel Lodja - Sabtu, 23 Mei 2026 19:00 WIB
Anakan biawak temuan warga dilepasliarkan kembali ke habitatnya

digtara.com -Seekor anakan biawak komodo masuk ke rumah warga di Dusun Londang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT pada Kamis (22/5/2026).

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTT pun turun tangan menangani anakan biawak komodo yang masuk rumah warga.

Anakan biawak komodo tersebut selanjutnya diperiksa. Setelah pengambilan data mak dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Masyarakat melaporkan soal seekor komodo yang masuk ke rumah warga di Dusun Londang.

Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Arsyad (Mitra BBKSDA NTT di wilayah Pota).

Arsyad kemudian berkoordinasi dengan petugas Balai Besar KSDA NTT guna penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Tenggelam di Danau Ranamese-Manggarai Timur, Remaja Pria Ditemukan Meninggal Dunia

Balai Besar KSDA NTT menugaskan Unit Penanganan Satwa untuk mengamankan dan memeriksa komodo tersebut.

Pemeriksaan meliputi pengukuran, pemasangan PIT tag (microchip), serta pengambilan sampel darah.

Hasil identifikasi menunjukkan komodo tersebut memiliki panjang tubuh 57,2 centimeter dengan berat 0,16 kilogram dan termasuk dalam kelas umur hatchling atau anakan baru menetas.

Selanjutnya, komodo tersebut dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di kawasan Watu Pajung, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas.

Pelepasliaran dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian habitat serta kondisi individu yang masih berusia sangat muda.

Komodo ditempatkan di atas pohon untuk meningkatkan peluang bertahan hidup dari ancaman predator dan mendukung proses adaptasi di alam.

Adhi Nurul Hadi, Kepala Balai Besar KSDA NTT, mengatakan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat sangat penting dalam penanganan konflik satwa liar, khususnya satwa yang dilindungi.

"Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian ini. Langkah cepat tersebut sangat membantu upaya penanganan agar dapat dilakukan secara aman, baik bagi warga maupun bagi satwa," ujarnya pada Sabtu (23/5/2026).

Disebutkan bahwa kemunculan komodo di sekitar permukiman perlu disikapi dengan hati-hati dan tidak boleh direspons dengan tindakan yang membahayakan satwa.

Baca Juga: Remaja Pria Tenggelam di Danau Ranamese-Manggarai Timur

"Komodo merupakan satwa dilindungi yang harus dijaga bersama. Jika masyarakat menemukan satwa liar di sekitar permukiman, segera laporkan kepada petugas agar penanganannya dapat dilakukan sesuai prosedur," katanya.

Selain melakukan penanganan terhadap komodo tersebut, Balai Besar KSDA NTT juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga komodo dan habitatnya.


Masyarakat diimbau untuk tidak menangkap, melukai, memelihara, maupun memperdagangkan satwa liar yang dilindungi.

Biawak komodo merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Biawak komodo (Varanus komodoensis) termasuk dalam jenis satwa yang dilindungi.

Balai Besar KSDA NTT mengingatkan bahwa setiap bentuk penangkapan, pelukaan, kepemilikan, perdagangan, maupun pemanfaatan ilegal terhadap satwa dilindungi dapat dikenai sanksi hukum.

Upaya perlindungan terhadap komodo dan satwa liar lainnya penting untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem, sekaligus mendorong terciptanya hubungan yang lebih aman antara manusia dan satwa liar di wilayah habitatnya.

Baca Juga: Tenggelam di Danau Ranamese-Manggarai Timur, Remaja Pria Ditemukan Meninggal Dunia

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tenggelam di Danau Ranamese-Manggarai Timur, Remaja Pria Ditemukan Meninggal Dunia

Nusantara

Remaja Pria Tenggelam di Danau Ranamese-Manggarai Timur

Nusantara

Kurun Waktu Satu Tahun, 20 Ekor Komodo Asal Flores Dijual Ke Luar NTT Dengan Harga Fantastis

Nusantara

Polisi-BBKSDA NTT Temukan Perangkap Komodo di Manggarai Timur Saat Patroli Terpadu

Nusantara

Diduga Terlibat Kasus BBM, Dua Anggota Polres Manggarai Timur Di-non aktifkan Dari Jabatan Fungsional

Nusantara

Pembatasan Kuota Turis di TNK Labuan Bajo Dapat Penolakan