digtara.com -Keluarga besar SMAN 3 Kupang memanfaatkan momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah untuk menanamkan pendidikan karakter, nilai toleransi, dan semangat berbagi kepada para siswa melalui kegiatan kurban di lingkungan sekolah.
Kepala
SMAN 3 Kupang, Ishak D.E Balbessi mengatakan, kegiatan kurban bukan sekadar agenda keagamaan tahunan, tetapi menjadi bagian dari program pendidikan karakter yang rutin dilaksanakan sekolah.
"Kami ingin mewujudkan semangat toleransi dan bukan sekadar omong tapi kami wujudnyatakan dalam bentuk tindakan. Ini merupakan agenda rutin yang ditetapkan dalam program sekolah," katanya.
Menurut Ishak, pelaksanaan kurban dilakukan melalui kerja sama pihak sekolah, Rohani Islam (Rohis), serta dukungan orang tua siswa dalam pengadaan hewan kurban.
Tahun ini, SMAN 3 Kupang menyembelih satu ekor sapi dan satu ekor kambing yang berasal dari kontribusi pihak luar (orang tua siswa) dalam bentuk uang maupun hewan.
Daging kurban tersebut kemudian dibagikan kepada kaum duafa, siswa, serta karyawan sekolah yang kurang mampu.
Baca Juga: Ribuan Warga Ikuti Sholat Idul Adha di Lapangan Polda NTT, 49 Hewan Kurban Disembelih
Ia menjelaskan, jumlah siswa dan guru beragama Islam di
SMAN 3 Kupang mencapai 206 orang dari total 1.290 siswa.
Karena itu, sekolah ingin menanamkan semangat toleransi kepada seluruh siswa tanpa memandang latar belakang agama.
"Kami ingin tunjukkan kepada siswa muslim dan nonmuslim bahwa toleransi itu sangat penting. Semangat berbagi harus ditanamkan di dalam diri anak-anak," ujarnya.
Selain kegiatan kurban, kata Ishak, sekolah juga rutin menggelar berbagai kegiatan sosial lain sebagai bentuk pendidikan karakter dan empati kepada siswa.
"Ada juga kegiatan-kegiatan empati seperti pembagian seragam kepada siswa di sekolah lain dan pembagian sembako pada momentum HUT sekolah," ungkapnya.
Ia menegaskan, pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam pembentukan peserta didik, tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam seluruh proses pelaksanaan kurban diharapkan mampu membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta memahami makna pengorbanan dan keikhlasan sebagaimana teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
"Melalui kegiatan ini, sekolah ingin membangun karakter siswa yang beriman, peduli, dan mampu berbagi dengan sesama," katanya.
Ia menambahkan, pembinaan rohani dan kegiatan sosial akan terus didorong sebagai bagian dari pembentukan moral dan spiritual peserta didik.
"Tidak saja momentum Iduladha tapi kegiatan serupa lainnya," pungkasnya.
Ketua Rohani Islam (Rohis) SMAN 3 Kupang, Ahmad Royan Rozikin mengatakan para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan kurban karena menjadi pengalaman belajar langsung tentang nilai keikhlasan, kebersamaan, dan gotong royong.
"Kami belajar bahwa kurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga bagaimana berbagi dan peduli kepada orang lain," katanya.
Baca Juga: Ribuan Warga Ikuti Sholat Idul Adha di Lapangan Polda NTT, 49 Hewan Kurban Disembelih