digtara.com -Paulus Udju Lomi, warga Desa Tada, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggall dunia pada Minggu (31/5/2026).
Pria berusia 61 tahun ini diduga jatuh dari
pohon kelapa setelah sebelumnya ia memanjat memetik buah kelapa.
Jenazah korban ditemukan di RT 02/RW 01, Dusun I, desa Tada, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua sekitar pukul 10.00 Wita.
Korban pertama kali ditemukan oleh cucu korban, Dowel Darius Daud (11) saat melintas di lokasi ketika hendak ke rumah neneknya, Sophia Rihi Hau.
Pada Minggu pagi, korban masih bertemu dengan beberapa warga seperti Yeremias Djari Leba (9) yang saat itu datang ke rumah korban meminta daun ubi.
Setelah memetik daun ubi, ayah dari Yeremias pulang ke rumah. Sedangkan Yeremias bersama korban ke kebun untuk memberi makan ternak babi.
Baca Juga: Kapolres Sabu Raijua Pantau Pemulihan Kesehatan Tersangka Pemerkosaan Pasca Coba Bunuh Diri
Yeremias masih menunggu korban memetik daun ubi dan memasak masakan untuk ternak babi. Korban pun hendak memanjat
pohon kelapa dan Yeremias memilih pulang ke rumah tantenya, Desi Leba Udju di RT 02/RW 01, Dusun I, desa Tada, Kecamatan Sabu Tengah.
Selang beberapa saat Dowel Darius Daud hendak ke rumah neneknya dan meminta bantuan sang nenek, Sophia Rihi Hau untuk menjaga adiknya.
Dalam perjalanan menuju rumah neneknya, Dowel melihat korban dalam kondisi tengkurap dan tidak bergerak berada di bawah pohon kelapa dan pohon tuak di kebun milik korban.
Dowel kemudian ke rumah tantenya, Desi Leba Udju dan bersama Melki Tobe mereka ke lokasi kejadian. Saat tiba, mereka menemukan korban sudah meninggal dunia dengan kondisi darah keluar dari mulut.
Desi kemudian memberitahukan kejadian ini kepada Sophia Rihi Hau yang juga ipar korban. Warga lain mulai berdatangan ke lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres
Sabu Raijua, Iptu Deflorintus M. Wee bersama anggota ke lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi.
Polisi juga mendatangkan dr. Kefarina Sitepu dari Puskesmas Eimadake, Kabupaten Sabu Raijua untuk visum dan pemeriksaan luar.
Hasil pemeriksaan medis, ditemukan sejumlah luka pada tangan, dada, perut, lutut, pipi dan keluar darah dari mulut maupun telinga.
Menurut dr. Kefarina Sitepu, korban meninggal akibat trauma tumpul pada bagian kepala belakang kanan dekat telinga.
Namun untuk menjelaskan secara pasti tentang sebab-sebab kematian korban maka harus dilakukan otopsi. Pihak keluarga korban sendiri menolak dilakukan otopsi dan ikhlas menerima kematian korban.
Baca Juga: Buron Tiga Pekan, Pelaku Pemerkosaan IRT di Sabu Raijua Coba Bunuh Diri Sebelum Ditangkap Polisi Kasat Reskrim Polres
Sabu Raijua Iptu Defrorintus M. Wee dan anggota meminta keterangan dari sejumlah saksi dan mengamankan beberapa barang bukti.
Pihak keluarga meminta agar jenazah korban langsung dibawa ke rumah pasca visum agar dapat disemayamkan dan dimakamkan.
Keluarga beralasan kalau sebelumnya korban pernah mengalami hal serupa terjatuh dari pohon hingga mengalami patah tangan.
Korban sebelumnya mengidap sakit tekanan darah tinggi sehingga ada dugaan korban terjatuh dari
pohon kelapa saat memanjat untuk mengambil buah kelapa guna dijadikan makanan ternak babi miliknya.
Salah satu pihak keluarga korban menyampaikan kepada Kasat Reskrim Iptu Defrorintus M. Wee, menerima kematian korban sebagai suatu musibah dan menolak dilakukan otopsi. selanjutnya pihak keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan dilakukan otopsi.
"Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat jatuh dari pohon kelapa yang dipanjatnya, karena ada bekas luka lecet pada bagian dada, kedua tangan bagian dalam dan kaki kiri diduga akibat gesekan dengan batang kelapa saat terjatuh dari atas pohon kelapa dimaksud," ujar Kasat pada Minggu malam.