digtara.com - Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Manggarai, LNS (41) ditemukan meninggal dengan posisi gantung diri pada Sabtu (30/5/2026) petang.Korban ditemukan gantung diri di Kampung Ntango Golo Nderu, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai.
Korban pernah beberapa kali mengutarakan niatnya untuk bunuh diri kepada ibu dan kakaknya namun korban sering dinasehati untuk mengurungkan niatnya tersebut.
Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, PA (64) saat masuk ke kamar mandi di rumah di RT 007/RW 004, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai.
Secara spontan, PA berupaya memberikan pertolongan dengan cara mencoba menurunkan tubuh korban.
Namun karena tubuh korban cukup berat dan tidak sanggup melakukannya seorang diri maka PA meminta bantuan NMW (15) yang juga anak dari korban atau cucu dari PA.
Anak dari korban membantu neneknya menurunkan tubuh korban ke lantai dan membawa ke dalam kamar untuk pertolongan pertama.
Baca Juga: Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata
NMW kemudian mencari kendaraan guna membawa korban ke rumah sakit. Ia berhasil menahan satu unit mobil di depan rumah dan langsung membawa korban ke rumah sakit.
NWW sempat menelpon ayahnya mengabarkan kondisi korban. Namun setelah tiba di ruang IGD RSUD Ruteng, tim medis menyatakan kalau korban sudah meninggal dunia.
PA sendiri mengakui kalau korban selama ini sudah beberapa kali mengutarakan niatnya untuk bunuh diri tanpa alasan yang jelas.
Sebagai seorang ibu, PA selalu menasehati korban dan melarang. PA juga pernah menyampaikan kepada korban apabila ada persoalan atau masalah yang membebani pikiran, hendaknya disampaikan kepada PA agar dapat dibantu dan diselesaikan secara kekeluargaan.
Akan tetapi, berdasarkan pengamatan PA kalau korban tidak pernah menggubris atau melaksanakan nasihat yang diberikan.
Korban juga dikenal sebagai pribadi yang pendiam, introvert, dan tidak terbiasa berbasa-basi.
Korban cenderung menutup diri dan tidak terbuka dalam menyampaikan keluh kesah maupun permasalahan pribadi yang sedang dihadapinya..
Hal yang sama disampaikan kakak korban, SS (45) yang merupakan seorang guru dan tinggal di Desa Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai.
Pada Sabtu pagi, korban masih menemui SS di tempat kerjanya dan meminta kunci rumah.
Saat itu, korban sempat menyampaikan kepada SS perihal keinginannya untuk bunuh diri. SS yang kaget dengan hal tersebut menasehati korban dan melarangnya.
Baca Juga: Fasilitas Rusak, Akses ke Lokasi Wisata Alam Danau Sano Limbung-Manggarai Barat Ditutup Sementara Korban yang dikenal pendiam tidak menanggapi nasehat sang kakak. SS masih memberikan uang saku Rp 10.000 kepada korban sebelum korban pulang.
SS kaget saat ditelepon NMW yang mengabarkan kalau ibunya (korban) telah gantung diri dan dibawa ke RSUD Ruteng.
Saat SS ke RSUD Ruteng, ia mendapat kabar kalau korban telah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Jenazah korban sempat diperiksa dr. Maria Megilda Bosri yang merupakan dokter jaga pada RSUD Ruteng.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyimpulkan bahwa korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan sejak tiba di rumah sakit.
Kematian korban diperkirakan terjadi pada saat kejadian
gantung diri akibat terhalangnya jalan nafas oleh jeratan tali.
Pihak keluarga ikhlas menerima kematian korban sebagai takdir dan jalan hidupnya dan menolak untuk dilakukan visum dan otopsi serta menyatakan tidak akan menuntut untuk diproses hukum.