Sempat Kritis, Petani Yang Jatuh dari Pohon Pinang Meninggal Dunia

Imanuel Lodja - Selasa, 02 Juni 2026 15:50 WIB
ist
Jenazah petani dievakuasi pasca jatuh dari pohon pinang

digtara.com -Yonatan Aleut (47), seorang petani asal Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT akhirnya meninggal dunia.

Ia sempat kritis dan tidak sadarkan diri pasca mengalami kecelakaan jatuh dari pohon pinang pada Minggu (31/5/2026) sore.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 Wita di wilayah Kita, Dusun IV, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.

"Benar, korban sempat dirawat di rumah sakit, namun sudah meninggal dunia," ujar Kapolsek Amfoang Utara, Polres Kupang, AKP AKP Inacio Ximenes dalam keterangannya pada Selasa (2/6/2026).

Jenazah korban sudah dijemput pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal, korban diduga mengalami pendarahan otak akibat benturan dan segera dirujuk ke rumah sakit di Kupang yang memiliki peralatan lebih lengkap

Baca Juga: Sepeda Motor Tabrakan, Dua Pengendara Tewas di Tempat

Korban Yonatan Aleut bersama dua rekannya Yohanis Nakmofa (42) dan Yohanis Taemnanu (24) sedang memikul papan milik gereja Ora Et Labora Oenolok.

Di wilayah Kita, korban bersama dua rekannya mengambil papan untuk dipikul. Masing-masing orang membawa satu lembar papan.

Saat tiba di kebun (mamar) pinang milik Heslim Tamelab, korban pamit hendak memetik pinang milik Heslim Tamelab. Dua rekan korban masih melihat korban mengambil tali dari daun gewang dan menyambungkan sebagai alat bantu memanjat pohon pinang.

Pada ketinggian 12 meter, pohon pinang roboh ke bawah bersama korban dengan posisi korban tertelungkup di tanah dan tidak sadarkan diri.

Rekan korban menelepon kerabat yang lain menyampaikan bahwa korban telah jatuh dari pohon pinang dan tidak sadarkan diri.

Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke polisi sehingga Kapolsek Amfoang Utara, AKP Inacio Ximenes bersama Kapospol Amfoang Barat Laut, Aipda Johanis Gereths Lerrick dan Bhabinkamtibmas Bripka Elia Letde menuju TKP.


Mengingat lokasi yang terpencil, polisi menginstruksikan warga untuk menggotong korban ke Dusun IV secara gotong-royong.

Polisi kemudian menjemput korban menggunakan mobil pick-up yang telah disiapkan bersama pihak medis.

Korban tiba di Puskesmas Soliu pada pukul 18.40 WITA dalam keadaan kritis dan tidak sadarkan diri dan diperiksa Jumimi Amanit dan Lea Bara.

dr Ana Nenabu yang juga kepala Puskesmas Soliu menyarankan untuk dilakukan rujukan ke Kupang guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Jatuh Dari Pohon Pinang, Petani di Kupang Kritis

Nusantara

Sepeda Motor Tabrakan, Dua Pengendara Tewas di Tempat

Nusantara

Hendak ke Malaysia, Tujuh Calon PMI Non Prosedural Diamankan di Bandara El Tari Kupang

Nusantara

Keponakan Pembunuh IRT di Kupang Ditahan dan Terancam Penjara Seumur Hidup

Nusantara

Tim Sasando Satlantas Polresta Kupang Kota Perangi Aksi Balap Liar dan Berantas Knalpot Brong

Nusantara

Polresta Kupang Kota Bubarkan Judi Sabu Ayam di Belakang Gedung Sekolah