307 Calon Anggota Polri Panda Polda NTT Lolos ke Rikkes II

Imanuel Lodja - Jumat, 05 Juni 2026 14:30 WIB
Irwasda Polda NTT saat memimpin sidang penentuan kelulusan menuju Rikkes II penerimaan Polri TA 2026

digtara.com -Sebanyak 307 calon anggota Polri penerimaan terpadu Panitia Daerah (Panda) Polda NTT TA 2026 dinyatakan lolos mengikuti pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap II.

Sidang penentuan kelulusan sementara digelar pada Kamis (4/6/2026) malam di aula Rupatama lantai 3 Polda NTT.

Sidang yang dipimpin Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Enrico Sugiharto Silalahi didampingi Karo SDM, Kombes Pol Dr. Juli Agung Pramono dan Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution selaku ketua tim (Katim) ujian psikologi juga diikuti secara daring oleh Polres jajaran menghadirkan peserta di Polres masing-masing.

Dalam sidang kelulusan sementara di lantai 3 Polda NTT, hadir pula Ka SPN Polda NTT, Kombes Pol Dr. Ferry Harahap selaku Katim Akademik, Kabidkum, Kombes Pol Anton Ch. Nugroho selaku Katim Administrasi, Direktur Samapta, Kombes Pol Prianggodo Heru Kunprasetio selaku Katim Ujian Jasmani, AKBP dr. Hery Purwanto (Kabid Dokkes Polda NTT) selaku Katim Rikkes dan AKBP Muhammad Andra Wardhana (Kabid Propam) selaku Katim PMK dan pengawas internal.

Sidang juga dihadiri perwakilan orang tua peserta dan beberapa perwakilan peserta dari semua jalur penerimaan serta pengawas internal dan eksternal.

307 peserta yang masih lolos ke tahapan Rikkes II terdiri dari 284 orang pria dan 23 orang wanita.

Baca Juga: Tangani Puluhan Masalah Kejahatan, Polda NTT Dan Polres Jajaran Amankan 87 Tersangka

Untuk jalur penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol) sebanyak tujuh peserta terdiri dari enam orang peserta pria dan satu orang peserta wanita.

Semula ada 39 peserta mengikuti sidang kelulusan terdiri dari 36 orang pria dan tiga orang wanita.

Dari hasil yang ada, sebanyak 32 orang tidak lolos terdiri dari 30 orang peserta pria dan dua orang peserta wanita.

Proses perhitungan nilai menggabungkan hasil ujian psikologi, ujian akademik dan hasil ujian kesamaptaan jasmani

Untuk Tamtama sebanyak 71 orang peserta pria terdiri dari 65 orang peserta Tamtama Brimob dan enam orang Tamtama Polair.

Semula ada 93 orang peserta Tamtama terdiri dari 85 orang Tamtama Brimob dan delapan orang Tamtama Polairud, atau terdapat 20 peserta Tamtama Brimob dan dua Tamtama Polairud yang tidak lolos mengikuti tahapan Rikkes II.

Untuk Bintara sebanyak 229 orang terdiri dari 207 orang pria dan 22 orang peserta wanita.

Khusus untuk Bintara, penerimaan melalui beberapa jalur yakni polisi tugas umum (PTU) SPKT, Bintara penugasan Intelkam, Polairud, Gizi, Humas, Penyidik, Perikanan, Akuntansi, Peternakan dan Teknik Sipil.

Ada pula bintara penghargaan Kapolri karena prestasi olahraga tingkat internasional, Rekrutmen Proaktif (Rekpro) penghargaan dan Rekpro afirmatif wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.

Perhitungan nilai untuk peserta Tamtama dan Bintara menggabungkan nilai hasil ujian psikologi dan ujian akademik.

Baca Juga: Kapolda NTT Minta Warga Hentikan Pembuatan Senpira

Tahapan selanjutnya yakni pemeriksaan kesehatan tahap II. Untuk Akpol pada Sabtu (6/6/2026). Bintara 7-10 Juni dan Tamtama 11-12 Juni.

Pemeriksaan Kesehatan tahap II meliputi pemeriksaan urine, darah, EKG dan rekam jantung oleh pihak laboratorium kesehatan yang berkompeten.


Irwasda Polda NTT dalam sidang terbuka penetapan kelulusan mengikuti Rikkes tahap II ini menyampaikan kalau peserta sudah melewati sejumlah tahapan mulai dari pendaftaran, pemeriksaan administrasi, Rikkes tahap I, ujian CAT Psikologi, ujian akademik dan ujian kesamaptaan jasmani (untuk Akpol) secara transparan dan humanis.

Disebutkan bahwa seluruh proses dilakukan secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BeTAH) serta clear and clean dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Disebutkan pula kalau proses seleksi dilaksanakan secara terbuka dan transparan dengan menggunakan metode one day service bahwa peserta langsung dapat mengetahui hasil seleksi di hari yang sama.

Ujian juga menggunakan teknologi komputer yakni Computer Assisted Test (CAT) agar peserta tes dapat memonitor langsung nilai hasil yang diperoleh serta mewujudkan transparansi, obyektifitas, akuntabel dan bebas dari KKN.

Pelibatan pengawas eksternal dan internal juga dilakukan guna menjamin mutu hasil seleksi.

Polda NTT juga memberdayakan tim konseling bagi peserta yang tidak memenuhi syarat pada setiap tahapan seleksi.

Baca Juga: Tangani Puluhan Masalah Kejahatan, Polda NTT Dan Polres Jajaran Amankan 87 Tersangka

Panitia juga menyediakan Posko monitoring serta memberikan ruang atau sarana dalam menerima pertanyaan, keluhan, masukan, kritik dan saran.

Irwasda juga minta kepada pengawas untuk menjaga integritas serta nama baik dalam proses seleksi serta menjunjung tinggi prinsip BeTAH, menghindari perilaku koruptif sehingga penerimaan Polri benar-benar clear and clean.

Kepada peserta yang belum lulus, Irwasda berpesan agar kegagalan dijadikan bahan koreksi dan evaluasi diri serta terus belajar dan berlatih mempersiapkan diri untuk seleksi tahun berikutnya.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tangani Puluhan Masalah Kejahatan, Polda NTT Dan Polres Jajaran Amankan 87 Tersangka

Nusantara

Kapolda NTT Minta Warga Hentikan Pembuatan Senpira

Nusantara

Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kriminal, Polda NTT Ungkap 76 Kasus Kejahatan Konvensional

Nusantara

Polda NTT Matangkan Operasi Patuh Turangga 2026

Nusantara

Persoalan Antara Anggota Brimob dan Warga Alor Berujung Damai, Korban Pilih Cabut Laporan Polisi

Nusantara

Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional