digtara.com - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Sumatera Utara pada Kamis malam (4/6/2026) mengakibatkan belasan tower transmisi milik PLN roboh. Insiden tersebut berdampak pada terganggunya pasokan listrik di sejumlah daerah.
Sebagai langkah penanganan,
PLN memberlakukan
pemadaman listrik bergilir selama proses perbaikan infrastruktur yang rusak.
Lima wilayah yang terdampak pemadaman meliputi Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Langkat.
Melalui akun Instagram resminya, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara menyampaikan bahwa pemadaman bergilir berpotensi terjadi satu hingga dua kali dalam sehari.
"Durasi pemadaman diperkirakan sekitar 3 hingga 4 jam setiap periode," tulis PLN dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan layanan yang terjadi akibat kerusakan jaringan kelistrikan tersebut.
Baca Juga: LAPK Desak PLN Beri Kompensasi, Warga Medan dan Deli Serdang Masih Keluhkan Listrik Padam Berulang
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," tulis manajemen
PLN.
Saat ini, perusahaan menyatakan seluruh personel dan mitra kerja terus dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan jaringan yang terdampak.
"PLN memastikan seluruh personel di lapangan tetap bekerja selama 24 jam dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan guna mempercepat pemulihan sistem kelistrikan," lanjut keterangan tersebut.
Hingga kini, proses pemulihan masih berlangsung dan PLN mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi terkait jadwal pemadaman maupun perkembangan perbaikan jaringan listrik di wilayah terdampak.