digtara.com - Empat anggota Brimob Kompi 1 Batalyon B Satuan Brimob Polda NTT terluka diduga ditikam oknum anggota TNI.Para pelaku diduga berasal dari kesatuan Kodim 1630 Kabupaten Manggarai Barat.
Penikaman ini terjaei pada Kamis, 11 Juni 2026 subuh sekitar pukul 01.00 wita di rumah Rofinus Rahmad di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Para korban masing-masing RME alias Rizki (24), FA alias Fadhel (25), BBK alias Bernadus (23) dan GNL alias Gilbert (25).
Rizki terkena tikaman di pundak kanan, perut bagian kanan, rusuk bagian kanan dan punggung bagian kanan.
Korban Fadhel terkena dua tikamanan di rusuk bagian kanan.
Bernadus terkena tikaman di rusuk bagian kanan dan punggung bagian kanan serta Gilbert mendapat tikaman di dada bagian kanan dan jari manis kiri.
Baca Juga: Kapolda NTT Salurkan Perlengkapan Sekolah Bagi Siswa di Pedalaman Kabupaten TTS
Satu anggota lainnya, Rivaldo terkena tendangan di dada bagian kanan.
Syukuran berlangsung di kediaman JGR di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat dilanjutkan dengan acara bebas.
Saat anggota Brimob hendak pulang berpapasan dengan salah satu pelaku yang diduga anggota TNI.
Oknum tersebut menendang anggota Brimob Bripda Rivaldo. Empat anggota Brimob pun hendak melerai.
Namun dua pria diduga juga anggota TNI datang datang dari samping dan langsung menikam empat orang orang anggota Brimob tersebut.
Usai menikam keempat korban, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.
Empat orang korban anggota Brimob langsung dilarikan ke rumah sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapat penanganan medis.
Diperoleh informasi kalau Kodim 1630/Manggarai Barat telah memeriksa tiga orang oknum anggota TNI masing-masing Pratu IB (27), Pratu IW (26) dan Pratu YFR.
Namun ketiganya mengaku kalau para korban ditikam oleh orang tidak dikenal dan bukan oleh mereka. Mereka kemudian ke Kodim melaporkan kejadian ini.
Ketiga oknum anggota Kodim 1630 Manggarai Barat ini dikabarkan sudah diamankan di Mako Kodim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Ditres PPA Dan PPO Polda NTT-KPAI Sepakat Optimalkan Perlindungan Pada Anak Kabid Humas
Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa insiden tersebut berawal setelah sejumlah personel
Brimob mengikut acara misa syukuran pelantikan anggota
Brimob Bripda JGR di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatam Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
"Acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Namun setelah kegiatan selesai dan memasuki dini hari, terjadi kesalahpahaman komunikasi yang kemudian memicu gesekan spontan antar beberapa anggota di lapangan," jelas Kabid Humas pada Kamis siang.
Personel yang berada di lokasi segera mengambil langkah cepat untuk melerai dan meredam situasi sehingga tidak berkembang lebih jauh.
Selanjutnya, pimpinan Polres Manggarai Barat langsung mengarahkan seluruh personel kembali ke markas kompi secara tertib guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Kabid Humas menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh personel yang mengalami luka mendapatkan penanganan medis terbaik.
"Saat ini beberapa personel sedang menjalani perawatan di RS Siloam Labuan Bajo. Arahan Bapak Kapolda dan Bapak Pangdam serta Bapak Danrem sangat jelas, yaitu memastikan seluruh personel yang terdampak mendapatkan perawatan maksimal hingga pulih sepenuhnya," ujarnya.
Di saat yang bersamaan, tim gabungan Propam dan POM AD melakukan pendalaman secara objektif untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses berjalan transparan, profesional, dan berdasarkan fakta yang sebenarnya.
Kabid Humas memastikan bahwa insiden tersebut tidak akan mengganggu hubungan baik dan sinergitas yang selama ini telah terbangun kokoh antara TNI dan
Polri di Nusa Tenggara Timur.
Kapolres Manggarai Barat bersama Dandim 1612/Manggarai Barat terus melakukan pemantauan dan komunikasi aktif guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Polda NTT juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Kabupaten Manggarai Barat dan para wisatawan yang berada di Labuan Bajo, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
"Kami memastikan situasi keamanan di Labuan Bajo tetap aman dan terkendali. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Percayakan proses penanganan kepada institusi yang saat ini sedang bekerja secara profesional dan transparan," kata Kabid Humas.