Diduga Stres Dengan Masalah Keluarga, Pria di Manggarai Timur Bunuh Anaknya Kemudian Gantung Diri

Imanuel Lodja - Sabtu, 13 Juni 2026 14:00 WIB
net
Ilustrasi.

digtara.com -Seorang pria dan anaknya di Kabupaten Manggarai Timur, NTT ditemukan meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026).

Teridentifikasi korban adalah YGRD (34), warga Kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur dan sehari-hari bekerja sebagai perawat dan anaknya ABZD, bocah yang berusia tujuh tahun.

Korban YGRD ditemukan dalam posisi gantung diri dengan tali dan korban ABZD ditemukan meninggal di atas tempat tidur.

Jenazah kedua korban ditemukan dalam kamar di Kampung Golo Pering, Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Jenazah kedua korban ditemukan oleh ibu kandung YGRD, NM (63) dan DSHA (27) yang juga adik kandung korhan YGRD.

Kamis pagi, ibu kandung korban dan adik korban, YGRD pergi ke Borong, ibukota Kabupaten Manggarai Timur dan meninggalkan kedua korban di rumah.

Baca Juga: Dua Bayi Dan Puluhan PMI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri

Keduanya baru kembali ke rumah pada pukul 164.00 wita.

Saat pulang ke rumah, adik dan ibu korban YGRD mendapati rumah dalam keadaan terkunci.

Mereka kemudian memanggil kedua korban namun tidak kunjung mendapat jawaban.

NM merasa curiga kemudian mengintip ke dalam rumah melalui jendela kamar dan menemukan ABZD dalam posisi terbaring di atas tempat tidur.

NM dan DSHA memanggil nama korban ABZD namun tidak ada jawaban.

DSHA kemudian memanggil AA (43) yang juga tetangga korban untuk membantu membongkar jendela agar mereka bisa masuk ke dalam rumah.

Setelah jendela dibongkar, AA pun masuk dan membukakan pintu depan. Mereka kemudian menemukan korban YGRD sudah tergantung di atas balok yang membentang di plafon rumah menggunakan seutas tali nilon warna biru.


Sementara ABZD ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur dalam kondisi kaku dan pada hidung korban terdapat cairan.

NM syok melihat anak dan cucunya meninggal sehingga ia berteriak memanggil warga sekitar untuk menghubungi pihak kepolisian dan tenaga medis terdekat.

Anggota Bhabinkamtibmas dan petugas apuskesmas pun datang dan keluarga korban meminta untuk menurunkan korban YGRD.

Di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan satu kotak berisi obat-obatan medis dan sebuah kayu dekat jendela.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas medis Puskesmas Lawir, dr. Netralman Tn Buulolo terhadap fisik jenazah korban ditemukan pada korban YGRD luka lebam di leher dan bekas jeratan tali.

Korban juga dipastikan meninggal dunia murni gantung diri dan tidak ditemukan tanda kekerasan.

Baca Juga: Dua Bayi Dan Puluhan PMI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri

Sementara korban ABZD meninggal karena kekurangan oksigen.

Diduga korban ABZD terlebih dahulu dibekap oleh korban YGRD menggunakan tangan menutup hidung dan mulut korban hingga korban tidak bisa bernafas dan meninggal dunia.

Diduga kuat korban YGRD nekat gantung diri dan mengakhiri hidup anaknya (korban ABZD) karena merasa depresi dengan permasalahan dalam keluarga.

Saat ini korban YGRD sedang dalam masa gugatan perceraian yang dilaporkan oleh istrinya.

YGRD dan istrinya sudah lama tidak tinggal serumah. Korban YGRD kemudian memutuskan untuk membawa anaknya (korban ABZD( kembali ke kampung ke rumah orang tuanya beberapa waktu lalu

Semenjak itu, korban ABZD sudah tidak masuk sekolah lagi karena selama ini sekolah di salah satu sekolah dasar di daerah Borong.

Saat polisi melakukan olah TKP, di kamar korban YGRD ditemukan tiga jenis obat masing-masing Cotrimoxazole (antibiotik pembunuh Virus), Hugadon (anti muntah), dan obat program.

Korban YGRD merupakan pasien yang selama ini mengkonsumsi obat yang dikuatkan dengan ditemukan tiga jenis obat-obatan tersebut

"Diduga kuat korban YGRD sebelum gantung diri, terlebih dahulu membunuh anaknya dengan cara membekap mulut dan hidung korban ABZD hingga korban meninggal dunia. kemudian korban YGRD gantung diri," ujar Kapolres Manggarai Timur, AKBP Harianto melalui Kasat Reskrim, Iptu Ahmad Zacky Shodri saat dikonfirmasi pada Sabtu (13/6/2026).

Dari hasil Visum Et Repertum pada kedua korban, diduga korban sudah meninggal dunia diperkirakan pukul 14.00 wita hingga pukul 16.00 Wita.

Baca Juga: Mantan Anggota Dewan Kabupaten TTS Dianiaya Hingga Tewas, Pelaku Diamankan dan Ditahan

Diduga kuat kalau korban YGRD memiliki sejumlah persoalan termasuk masalah ekonomi dan gugatan cerai sang istri.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Mobil Toyota Rush Rusak Parah Tertimpa Pohon

Nusantara

Kasus Perzinahan di Manggarai Timur Diselesaikan Dengan Mekanisme Restorative Justice

Nusantara

Mantan Panitera di Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Kos

Nusantara

KPK Mengajar Hadir di Kupang Bangun Generasi Antikorupsi dari Ruang Kelas

Nusantara

Kunker ke NTT, Komisi XIII DPR RI Serap Aspirasi Bidang Hukum, Imigrasi, Pemasyarakatan dan HAM

Nusantara

Polres Sumba Barat Daya Kembali Tindak Penjual BBM Bersubsidi Tanpa Izin Resmi