digtara.com -Kesalahpahaman yang sempat melibatkan oknum anggota Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Satbrimob Polda NTT dan anggota Kodim 1630/Manggarai Barat diselesaikan secara damai melalui musyawarah mufakat
Kesepakatan damai tersebut ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan perdamaian di ruang Vicon Polres
Manggarai Barat, Selasa (16/6/2026).
Pertemuan yang dipimpin Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang ini melibatkan perwakilan kedua institusi serta unsur pimpinan terkait.
Pasi Intel Kodim 1630/Manggarai Barat, Kapten Inf. Gede Budi hadir mewakili Dandim 1630/Manggarai Barat.
Sementara itu pihak Brimob diwakili Wadanyon B Pelopor Labuan Bajo, AKP Antonio Cortereal.
Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan tidak menempuh jalur pidana.
Baca Juga: Polantas di NTT Diberi Pelatihan Manajemen Emosi Metode USEFT
Proses pembinaan dan penegakan disiplin terhadap anggota yang terlibat tetap dilakukan secara internal sesuai aturan yang berlaku pada masing-masing institusi.
Sebagai langkah menjaga kondusivitas wilayah, anggota yang terlibat dipindah tugaskan keluar dari Kabupaten Manggarai Barat.
Pasi Intel Kodim 1630/Manggarai Barat, Kapten Inf. Gede Budi menyampaikan permohonan maaf serta komitmen untuk terus memperkuat hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara TNI dan Polri.
Wadanyon B Pelopor Labuan Bajo, AKP Antonio Cortereal, menegaskan bahwa penyelesaian melalui jalur kekeluargaan merupakan keputusan terbaik yang diambil berdasarkan koordinasi pimpinan kedua institusi di tingkat atas demi menjaga soliditas dan persatuan.
Kedua institusi berkomitmen memperkuat sinergitas dan meningkatkan koordinasi dalam menjaga keamanan wilayah.
Kapolres
Manggarai Barat yang memimpin proses mediasi menegaskan bahwa penyelesaian secara damai ini memperkokoh hubungan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah
Manggarai Barat.
"Pertemuan ini menunjukkan sinergitas TNI-Polri di Manggarai Barat tetap kuat dan tidak dapat diganggu oleh kesalahpahaman yang terjadi. Kami sepakat menjadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif," ujar AKBP Christian Kadang.
Menurut Kapolres, menjaga keharmonisan antar aparat keamanan memiliki arti penting, terlebih Manggarai Barat merupakan daerah tujuan wisata super prioritas yang membutuhkan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan.
"Labuan Bajo adalah etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Karena itu, keamanan, kedamaian, dan persaudaraan harus terus kita jaga bersama demi memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dan para wisatawan," tambahnya.
Kapolres
Manggarai Barat menegaskan bahwa semangat persaudaraan antara TNI dan Polri akan terus menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan daerah dan mendukung kemajuan pariwisata Labuan Bajo.
"Perbedaan pendapat atau kesalahpahaman dapat diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah. Yang terpenting adalah menjaga persatuan, memperkuat sinergitas, dan memastikan masyarakat tetap merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman," tandas AKBP Christian Kadang.
Mediasi ditutup dengan penandatanganan dokumen perdamaian disaksikan Kapolres Manggarai Barat.
TNI dan Polri mengajak seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang dapat memicu kesalahpahaman.
Kedua institusi memastikan situasi keamanan di Kabupaten Manggarai Barat tetap aman, terkendali, dan kondusif.
Baca Juga: Polantas di NTT Diberi Pelatihan Manajemen Emosi Metode USEFT Sebelumnya, empat anggota Brimob Kompi 1 Batalyon B Satuan Brimob
Polda NTT terluka diduga ditikam oknum anggota TNI pada Kamis (11/6/2026).
Para pelaku diduga berasal dari kesatuan Kodim 1630/Manggarai Barat.
Penikaman ini terjadi sekitar pukul 01.00 wita di rumah Rofinus Rahmad di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Para korban masing-masing RME alias Rizki (24), FA alias Fadhel (25), BBK alias Bernadus (23) dan GNL alias Gilbert (25).
Rizki terkena tikaman di pundak kanan, perut bagian kanan, rusuk bagian kanan dan punggung bagian kanan.
Korban Fadhel terkena dua tikamanan di rusuk bagian kanan.
Bernadus terkena tikaman di rusuk bagian kanan dan punggung bagian kanan serta Gilbert mendapat tikaman di dada bagian kanan dan jari manis kiri.
Satu anggota lainnya, Rivaldo terkena tendangan di dada bagian kanan.
Syukuran berlangsung di kediaman JGR di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat dilanjutkan dengan acara bebas.
Saat anggota Brimob hendak pulang berpapasan dengan salah satu pelaku yang diduga anggota TNI.
Baca Juga: Selundupkan Minyak Tanah Subsidi Ke Rote Ndao, Ditpolairud Polda NTT Amankan Truk Dan Ratusan Liter Minyak Tanah
Oknum tersebut menendang anggota Brimob Bripda Rivaldo. Empat anggota Brimob pun hendak melerai.
Namun dua pria diduga juga anggota TNI datang datang dari samping dan langsung menikam empat orang orang anggota Brimob tersebut.
Usai menikam keempat korban, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.
Empat orang korban anggota Brimob langsung dilarikan ke rumah sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapat penanganan medis.
Kodim 1630/
Manggarai Barat telah memeriksa tiga orang oknum anggota TNI masing-masing Pratu IB (27), Pratu IW (26) dan Pratu YFR.
Namun ketiganya mengaku kalau para korban ditikam oleh orang tidak dikenal dan bukan oleh mereka. Mereka kemudian ke Kodim melaporkan kejadian ini.
Ketiga oknum anggota Kodim 1630/ Manggarai Barat ini diamankan di Mako Kodim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa insiden tersebut berawal setelah sejumlah personel Brimob mengikut acara misa syukuran pelantikan anggota Brimob Bripda JGR di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatam Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
"Acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Namun setelah kegiatan selesai dan memasuki dini hari, terjadi kesalahpahaman komunikasi yang kemudian memicu gesekan spontan antar beberapa anggota di lapangan," jelas Kabid Humas.
Baca Juga: Polantas di NTT Diberi Pelatihan Manajemen Emosi Metode USEFT Personel yang berada di lokasi segera mengambil langkah cepat untuk melerai dan meredam situasi sehingga tidak berkembang lebih jauh.
Selanjutnya, pimpinan Polres Manggarai Barat langsung mengarahkan seluruh personel kembali ke markas kompi secara tertib guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Kabid Humas menegaskan bahwa fokus utama adalah memastikan seluruh personel yang mengalami luka mendapatkan penanganan medis terbaik.
Tim gabungan Propam dan POM AD melakukan pendalaman secara objektif untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses berjalan transparan, profesional, dan berdasarkan fakta yang sebenarnya.
Kabid Humas memastikan bahwa insiden tersebut tidak mengganggu hubungan baik dan sinergitas yang selama ini telah terbangun kokoh antara TNI dan Polri di NTT.