Massa Bakar Kantor dan Rumah Dinas PT Agrinas Palma Nusantara di Labura, Diduga Dipicu Kematian Warga

Arie - Kamis, 18 Juni 2026 20:24 WIB
Tangkapan layar kantor PT Agrinas Palma dibakar massa.

digtara.com - Kantor dan rumah dinas milik PT Agrinas Palma Nusantara Regional I di Dusun Tapian Nauli, Desa Sukaramai, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, dibakar massa pada Rabu (17/6/2026).

Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 10 bangunan yang terdiri dari kantor perusahaan dan rumah dinas karyawan dilaporkan hangus terbakar. Sejumlah kendaraan operasional perusahaan juga turut menjadi sasaran amuk massa.

Aksi pembakaran diduga dipicu kemarahan warga atas meninggalnya seorang pria bernama Luis David Hutabarat (33), warga Desa Sukaramai, Kecamatan Kualuh Hulu.

Korban ditemukan meninggal dunia pada Selasa (16/6/2026) malam setelah diduga mengalami penganiayaan di area perkebunan perusahaan.

Kuasa hukum keluarga korban, Surya Dayan Pangaribuan, menjelaskan bahwa insiden bermula pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Luis bersama rekannya berinisial JN melintas di kawasan perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara Regional I sebelum dihentikan oleh sejumlah petugas keamanan.

Menurut keterangan saksi yang diterima pihak keluarga, korban diduga sempat ditabrak menggunakan sepeda motor oleh dua orang yang disebut berinisial BN dan BD.

Baca Juga: Gaya Hedonisme yang Bikin Dua Kapolres di Sumut Dicopot, Pamer Uang dan Motor Mewah

"Korban yang saat itu pulang bersama saksi dari ladang tiba-tiba dicegat. Korban diduga ditabrak menggunakan sepeda motor secara bergantian oleh dua orang yang disebut saksi berinisial BN dan BD," ujar Dayan, Kamis (18/6/2026).

Setelah itu, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang di area perkebunan. Luis kemudian ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian yang berada di Blok K33 areal PT Agrinas Palma Nusantara Regional I.

"Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, tepatnya di area PT Agrinas Palma Nusantara Regional I," katanya.

Dayan menyebut aparat penegak hukum telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Keempatnya diketahui merupakan petugas keamanan perusahaan.

"Terduga pelaku yang merupakan petugas keamanan perusahaan kini telah diamankan. Mereka terdiri atas satu oknum TNI aktif, satu mantan anggota TNI, dan dua warga sipil," ujarnya.


Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, membenarkan bahwa kasus tersebut tengah ditangani bersama oleh Polres Labuhanbatu dan Subdenpom I/1-2 Rantauprapat.

"Saat ini penanganan perkara masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan," kata Wahyu.

Pihak kepolisian menegaskan seluruh proses hukum akan dilakukan secara profesional, cepat, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Aparat juga terus mengumpulkan keterangan serta alat bukti guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Hingga kini, situasi di lokasi dilaporkan masih dalam pengawasan aparat keamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban lanjutan.


Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Gaya Hedonisme yang Bikin Dua Kapolres di Sumut Dicopot, Pamer Uang dan Motor Mewah

Nusantara

Kapolres Labuhanbatu Dicopot dari Jabatannya, Kapolda Sumut: Dievaluasi

Nusantara

Laksanakan Operasi Antik Toba 2021, Polres Labuhanbatu Apresiasi Kinerja Polsek Kotapinang