digtara.com -Ratusan kerabat dan warga serta kenalan memenuhi rumah duka dokter Icha di kompleks Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang.
Para pelayat dari kalangan keluarga, kerabat, teman, serta pada tetangga yang berada di Blok F Perumahan
RSS Baumata Kota
Kupang pasca mendapat kabar duka ini.
Suasana haru dan penuh isak tangis menyelimuti rumah duka ketika jenazah tiba.
Para pelayat dan keluarga telah memadati rumah duka dokter Rumah Sakit Leona Kefamenanu ini sejak pukul 19.00 Wita.
Dokter Icha sendiri diketahui meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) petang setelah menjalani perawatan intensif atas trauma pasca mendapat Intimidasi dari beberapa anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU).
Jenazah dokter muda ini terlebih dahulu menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang usai ditemukan meninggal di kediamannya itu.
Baca Juga: Dilempari OTK Saat Mengemudi, Warga Kota Kupang Meninggal Dunia
Jasadnya diantar kembali ke rumah duka menggunakan mobil jenazah sekitar pukul 23.11 WITA usai dimandikan.
Kedatangan jenazah di rumah duka sekitar pukul 00.18 WITA pada Sabtu (27/6/2026) disambut dengan isak tangis kenalan yang berkumpul di kediamannya.
Kabar duka ini sebelumnya disampaikan oleh oleh paman kandung sekaligus Direktur Lakmas Cendana Wangi NTT, Viktor Manbait.
Viktor dalam pesan singkatnya mengatakan kabar kepergian ponakan itu disampaikan ayah almarhumah, Gabriel Pakaenoni, sekira pukul 18.30 WITA, Jumat (26/6/2026).
"Icha telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga. Sebab meninggalnya dokter Icha akan disampaikan setelah penanganan medis dilakukan," bunyi pesan tersebut.
Sebelumnya diketahui Icha sempat mengalami intimidasi oleh para anggota DPRD di antaranya Therensius Lazakar dari Golkar, Norbertus Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDI-P.
Mereka disebut melakukan bentakan, nada suara tinggi, dan sikap agresif, menunjuk-nunjuk wajah dan ancaman verbal.
Kejadian ini bermula ketika dr. Icha menangani seorang pasien anak yang dirujuk akibat gigitan ular pada 13 Juni 2026 lalu sekitar pukul 12.50 WITA. Anak tersebut merupakan ponakan dari Therensius Lazakar, anggota DPRD TTU.
Namun ketiganya mengklaim hanya panik sebagai keluarga pasien, meminta penjelasan medis, tanpa makian atau instruksi medis, dan nada tinggi karena khawatir. Mereka meminta maaf jika ada kesalahpahaman.
Baca Juga: Dilempari OTK Saat Mengemudi, Warga Kota Kupang Meninggal Dunia