Di Kupang, Aktivis dan Dukcapil Bantu Lansia ODGJ Rekam e-KTP untuk Berobat

Imanuel Lodja - Minggu, 28 Juni 2026 09:35 WIB
ist
Lansia ODGJ di Kupang akhirmya bisa berobat setelah melakukan perekaman E-KTP dibantu Dinas Dukcapil Kota Kupang dan Emilia

digtara.com -EO alias Elias, seorang pria Lanjut Usia (Lansia) yang juga warga Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang menderita gangguan jiwa sejak bebera0a waktu lalu.

Ia terkendala kartu identitas ketika hendak berobat di rumah sakit.

Ia pun sudah menjalani perekaman e-KTP sehingga bisa mendapatkan pengobatan lebih lanjut di rumah sakit.

Perekaman ini dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kupang pada Jumat (26/6/2025).

Perekaman berlangsung dilakukan di salah satu rumah tetangga terdekat karena akses ke rumah kakek tersebut memang sulit dilakukan dengan alat-alat perekaman e-KTP.

Emilia Bubu, pegiat kemanusiaan dan pemerhati psikososial mengungkapkan tujuan perekaman e-KTP ini agar kakek tersebut bisa mendapat perawatan di rumah sakit

Baca Juga: Gara-gara Cucu, Ayah di Kupang Polisikan Anak Kandung

"Karena untuk BPJS ada sebenarnya tapi tidak tau sudah di mana. Sementara NIK dalam KK masih aktif tapi KTPnya yang sudah tidak ada maka saya minta perekaman e-KTP," ujarnya pada Sabtu (27/6/2026).

Perekaman ini bisa dilakukan bermula dari pendekatan yang telah ia lakukan jauh hari sebelumnya.

Awalnya Emilia diberitahukan oleh Ketua RT setempat mengenai kondisi pria kelahiran 1952 yang telah hidup sebatang kara selama ini.

Emilia pun memberanikan diri untuk mendekati dan mulai memberi perawatan semampunya.

Pertemuan Emilia dengan kakek ini terjadi pada Desember tahun lalu dan berlanjut hingga akhirnya perekaman e-KTP itu bisa terjadi.

"Karena dia suka makan sirih pinang jadi saya masuknya dengan sirih pinang. Jadi besoknya saya datang lagi bawa bibit jagung untuk dia tanam, bawa lagi sirih pinang dan akhirnya bisa berteman dengan dia," ungkap dia.

Emilia pun bisa mencukur rambut Lansia tersebut sehingga lebih rapi.

Sebelumnya pria tua tersebut tinggal dalam sebuah gubuk kecil dengan kondisi tak terurus.

Pekerjaannya sehari-hari mengumpulkan barang bekas atau sampah sehingga kondisi tempat tinggalnya sulit dijabarkannya dengan kata-kata lagi.

Ia harus membersihkan rumah itu hingga mengumpulkan 2 mobil pikap berisi sampah atau barang-barang yang tak layak pakai.

Baca Juga: Dua Remaja Terduga Pelaku Pelemparan di Hutan Camplong Hingga Pengemudi Pick Up Tewas Diamankan Polisi

Perkembangan lansia itu sempat tak ia pantau karena Emilia sempat sakit beberapa saat.


Pria itu mulai mau mandi sendiri. akan tetapi kondisi rumahnya kembali tak beraturan seperti sebelumnya.

"Dulu orang lain takut tapi saya ajak dia cerita sampai dia mau digunting rambutnya, terus orang bantu dia mandi. Sebelumnya saya sakit lalu kembali ketemu dia sudah mau mandi sendiri tapi apa adanya," ujarnya.

Emilia lalu berkoordinasi dengan lurah setempat untuk melakukan perekaman e-KTP terhadap kakek ini sehingga dari kelurahan membuat surat permintaan ke Disdukcapil Kota Kupang.

"Akhirnya, puji Tuhan, kita sama-sama bisa melakukan perekaman. Jadi dia mandi selesai, saya cukur kumisnya dulu, masih cerita lagi dengan dia supaya bisa dia ikuti. Kami tadi sempat liat rumahnya juga," tandasnya.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang yang telah merespon langsung perekaman e-KTP bagi orang dengan berkebutuhan khusus.

"Terima kasih kepada Bapak Wali dan Ibu Wakil Wali Kota, Dukcapil, Pak Lurah yang sudah memfasilitasi untuk melakukan perekaman hari ini. Kiranya Tuhan memberkati dan kita tetap terus melakukan yang terbaik bagi mereka dalam keadaan seperti ini, mengangkat martabat mereka," ungkap Emilia.

Baca Juga: Gara-gara Cucu, Ayah di Kupang Polisikan Anak Kandung

Pada saat yang sama ia juga telah menyerahkan berkas dua orang lainnya dalam kondisi serupa untuk bisa mendapatkan BPJS.

Ia juga sementara berkonsultasi untuk mengurus orang dengan psikososial yang tercatat sebagai penduduk Batam untuk bisa diobati di sini.

"Kondisinya lebih parah," kata dia.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Gara-gara Cucu, Ayah di Kupang Polisikan Anak Kandung

Nusantara

Dua Remaja Terduga Pelaku Pelemparan di Hutan Camplong Hingga Pengemudi Pick Up Tewas Diamankan Polisi

Nusantara

Jenazah Dokter Icha Disambut Isak Tangis Keluarga di Rumah Duka

Nusantara

Dilempari OTK Saat Mengemudi, Warga Kota Kupang Meninggal Dunia

Nusantara

Polresta Kupang Kota Sumbang Puluhan Kantong Darah Dalam Kegiatan Donor Darah

Nusantara

Anak Panti Asuhan, Lansia Dan Warga Kurang Mampu di Kota Kupang Dapat Sentuhan Kasih dari Polsek Kota Raja