digtara.com - Ratusan warga berbaur bersama memenuhi depan kantor DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Sabtu (27/6/2026) malam.Mereka menggelar doa bersama dan aksi bakar seribu lilin.
Kegiatan ini sebagai bentuk duka cita dan belasungkawa atas meninggalnha dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni pada Jumat (26/6/2026) di perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang.
Doa bersama dan bakar seribu lilin dihadiri dr. B. Theresia A. Juliastanti Mulowato, dr. I Gusti Ayu Purjuniatni dan dr.Made Aswara.
Hadir pula sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) se-Kabupaten TTU, aktivis PMKRI Kefamenanu, keluarga korban dan simpatisan
Kegiatan diisi dengan pembacaan pernyataan sikap oleh dr. B. Theresia A. Juliastanti Mulowato dan doa bersama.
Aksi diikuti dengan pembakaran 1.000 lilin sambil tiga mobil ambulance menyalakan sirene selama tiga menit sebagai bentuk belasungkawa terhadap almarhumah.
Baca Juga: Dampak Kematian Dokter Icha, Polisi Intensifkan Penyelidikan Dan Warga Gelar Aksi Seribu Lilin
Sejumlah aktivis PMKRI Kefamenanu juga melakukan orasi di depan kantor DPRD
Kabupaten TTU.
Dalam orasinya, segenap keluarga besar PMKRI Cabang Kefamenanu menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaeoni yang biasa disapa dr. Icha.
PMKRI juga mendoakan semoga amal ibadah dr. Icha diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Bersamaan dengan duka yang mendalam ini, PMKRI Cabang Kefamenanu juga menuntut dengan tegas agar pihak berwenang segera memproses hukum ketiga anggota DPRD yang terlibat secara adil, transparan, dan tanpa tebang pilih guna menegakkan keadilan yang seadil-adilnya bagi almarhumah beserta keluarga.
Suasana haru terasa saat mobil ambulance mengelilingi tugu Sonaf Besi sebanyak tiha kali sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap dr. Icha.
Aksi ini dikawal dan diamankan anggota gabungan Polres TTU dipimpin Kasat Sabhara dan Kasat Intelkam Polres TTU.