Tiga Anggota DPRD TTU Diambil Keterangan di Polres TTU

Imanuel Lodja - Senin, 29 Juni 2026 20:55 WIB
net
Mapolres TTU

digtara.com -Polres Timor Tengah Utara (TTU) melayangkan undangan permintaan klarifikasi bagi tiga anggota DPRD Kabupaten TTU.

Ketiga anggota DPRD Kabupaten TTU, Therensius Lazakar (Golkar), Norbertus Tubani (PKB) dan Veronika Lake (PDI-P) diundang pada Senin (29/6/2026) ke Polres TTU untuk menjelaskan terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza P. Utami Pakaenoni alias dr. Icha.

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote membenarkan hal tersebut.

"Sementara diambil keterangan," ujar Kapolres pada Senin petang.

Pemeriksaan ini masih dalam proses penyelidikan awal atas informasi yang beredar terkait dugaan intimidasi.

Pengakuan yang sama disampaikan Nobertus Tubani.

Baca Juga: Dampak Kematian Dokter Icha, Polisi Intensifkan Penyelidikan Dan Warga Gelar Aksi Seribu Lilin

Melalui pesan whatsapp, politisi PKB ini mengaku kalau ia sedang diperiksa memenuhi undangan pihak Polres TTU.

"Saya sementara diambil keterangan oleh pihak kepolisian, nanti kita info setelah selesai (pemeriksaan)," ujarnya.

Polres TTU mengintensifkan penyelidikan terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Icha yang kemudian meninggal dunia di kediamannya.

Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan dengan mengedepankan alat bukti serta keterangan para saksi.

Pengambilan keterangan terhadap para saksi sudah dilakukan akhir pekan lalu.

Penyidik memeriksa saksi-saksi yang bertugas bersama korban saat piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada hari kejadian untuk melengkapi proses penyelidikan.

"Penyidik terus bekerja mengumpulkan fakta-fakta untuk membuat terang peristiwa ini. Hasil pemeriksaan para saksi nantinya kami laporkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," ujar AKBP Eliana Papote.

Penyidik berkoordinasi dengan pihak RS Leona guna memperoleh rekam medis terkait kondisi kesehatan dan kejiwaan dr. Icha selama menjalani perawatan pascakejadian.

"Kami juga berkoordinasi dengan ahli pidana dan ahli psikologi mengkaji apakah dugaan intimidasi tersebut memenuhi unsur tindak pidana atau tidak. Semua dilakukan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku," jelas Kapolres.

Koordinasi juga dilakukan dengan Ketua DPRD TTU terkait laporan keluarga kepada Badan Kehormatan DPRD, serta dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten TTU guna mengetahui perkembangan dan respons organisasi profesi terhadap peristiwa tersebut.

Baca Juga: Tersangka Pengeroyokan dan Penikaman di Kabupaten TTU Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Dokter Icha sendiri diketahui meninggal dunia pada Jumat petang (26/6/2026) setelah menjalani perawatan intensif atas trauma pasca mendapat Intimidasi dari beberapa anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU).


Jenazah dokter muda ini terlebih dahulu menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang usai ditemukan meninggal di kediamannya itu.

Dokter Icha sempat mengalami intimidasi oleh para anggota DPRD di antaranya Therensius Lazakar dari Golkar, Norbertus Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDI-P.

Mereka disebut melakukan bentakan, nada suara tinggi, dan sikap agresif, menunjuk-nunjuk wajah dan ancaman verbal.

Kejadian ini bermula ketika dr. Icha menangani seorang pasien anak yang dirujuk akibat gigitan ular pada 13 Juni 2026 lalu sekitar pukul 12.50 WITA. Anak tersebut merupakan ponakan dari Therensius Lazakar, anggota DPRD TTU.

Namun ketiganya mengklaim hanya panik sebagai keluarga pasien, meminta penjelasan medis, tanpa makian atau instruksi medis, dan nada tinggi karena khawatir. Mereka meminta maaf jika ada kesalahpahaman.

Baca Juga: Dampak Kematian Dokter Icha, Polisi Intensifkan Penyelidikan Dan Warga Gelar Aksi Seribu Lilin

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Dampak Kematian Dokter Icha, Polisi Intensifkan Penyelidikan Dan Warga Gelar Aksi Seribu Lilin

Nusantara

Tersangka Pengeroyokan dan Penikaman di Kabupaten TTU Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Nusantara

Polres TTU Galang Kamtibmas Pasca Kasus Pengeroyokan dan Pencurian di Insana Fafinisu

Nusantara

Begini Penjelasan Polres TTU Terkait Penganiayaan dan Pengeroyokan Tiga Warga

Nusantara

Pasca Gempa Bumi, Polres TTU Intensifkan Tim Tanggap Darurat Bencana

Nusantara

Hasil Panen Jagung Melimpah, Warga Minta Polres TTU Bantu Sumur Bor